Dark/Light Mode

Analisis Nuning Soal Gaya Harris dan Trump Jika Pimpin Amerika

Rabu, 6 November 2024 00:03 WIB
Pengamat keamanan, Susaningtyas Kertopati (Foto: Fitri/RM)
Pengamat keamanan, Susaningtyas Kertopati (Foto: Fitri/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Amerika Serikat (AS) menggelar Pemilihan Presiden (Pilpres), Selasa (5/11/2024). Rabu (6/11/2024), gambaran hasilnya kemungkinan sudah diketahui, yang menang apakah Kamala Harris atau Donald Trump.

Pengamat keamanan, Susaningtyas Kertopati, memberikan analisis terhadap jalannya Pilpres ini. Kata Nuning, sapaan akrab Susaningtyas, jika Harris yang menang, dia akan membawa AS lebih internasionalis, yang suka cawe-cawe urusan dalam negeri negara lain dan membuka luas peperangan.

Sebaliknya, jika Trump yang menang, AS akan menerapkan kebijakan isolasionis dan lebih inward looking. “Dan akan membuat dunia lebih damai,” ucapnya.

Baca juga : Harris Lobi Warga Muslim, Trump Garap Swing States

Menurut Nuning, publik juga perlu mendalami, apakah masyarakat AS siap memiliki presiden perempuan. Mengingat kultur masyarakat AS juga patriarki dan konservatif, yang belum terbiasa memiliki presiden perempuan.

Di Asia Pacific, sambungnya, presiden perempuan sudah bermunculan. Contoh di negara Indonesia ada Megawati Soekarnoputri, di Palestina ada Benazir Bhutto. “Tetapi belum tentu di Amerika warganya mau memilih perempuan sebagai presidennya,” ucapnya.

Kenyataannya, sambung Nuning, kedua kandidat memacu mesin politik mereka untuk memenangi pertarungan di tujuh negara bagian yang menjadi wilayah pertempuran utama. Sementara ini, Trump unggul di Pennsylvania, Georgia, North Carolina, dan Arizona. Harris unggul di Michigan dan meraih hasil imbang di Nevada.

Baca juga : Timses Harris Dan Trump Sudah Pasang Kuda-kuda

“Para pemilih terbelah, baik secara nasional maupun di tujuh negara bagian medan pertempuran yang diharapkan akan menentukan hasilnya. Saking ketatnya, pemenangnya mungkin baru akan diketahui beberapa hari setelah pemungutan suara hari Selasa (5/11/2024),” ucapnya.

Jika dilihat dari kebijakan ekonomi yang ditawarkan, sambung Nuning, nampaknya Trump yakin masalah kekhawatiran tentang ekonomi dan harga yang tinggi, terutama untuk makanan dan sewa, yang terjadi saat ini akan membawanya ke Gedung Putih.

“Dalam waktu kurang lebih seminggu nanti kita akan tahu siapa Presiden terpilih AS,” ucapnya.

Baca juga : Trump Kampanye Di Truk Sampah

Hal penting, sambungnya, siapa pun Presiden AS, diharapkan mendatangkan keberuntungan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang memiliki visi misi outward looking yang kuat untuk menghadapi hubungan diplomasi dengan negara lain.

“Contohnya masuk BRICS. Meskipun tak kalah penting Presiden Prabowo pun fokus kepada segala permasalahan dalam negeri. Jadi inward looking juga menjadi penting,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.