Dark/Light Mode

Universitas Bakrie Jembatani Pengembangan Industri Halal Indonesia Dan Filipina

Rabu, 20 November 2024 17:31 WIB
Peserta pelatihan Short Course on Halal Food Standard Compliance from Concept to Implementation di Jakarta pada 10-19 November 2024. (Foto : ist)
Peserta pelatihan Short Course on Halal Food Standard Compliance from Concept to Implementation di Jakarta pada 10-19 November 2024. (Foto : ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Universitas Bakrie, melalui Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan mempererat hubungan kerja sama antara Indonesia dan Filipina di bidang pengembangan industri halal.

Bekerja sama dengan Commission on Higher Education (CHED) pemerintah Filipina, dan Kedutaan Besar Filipina di Jakarta, U-Bakrie menjadi tuan rumah dalam program pelatihan Short Course on Halal Food Standard Compliance from Concept to Implementation.

Pelatihan ini diikuti oleh 25 akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Filipina, khususnya yang terkait dengan bidang industri halal, termasuk teknologi pangan, ilmu gizi, pariwisata, kuliner, dan agribisnis di Jakarta pada 10-19 November 2024.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat mendorong pendidikan seputar industri halal masuk ke dalam kurikulum pendidikan tinggi pada bidang masing-masing.

Baca juga : Menteri PPPA & Tanoto Foundation Dukung Pengembangan Holistik Anak Usia Dini

"Program ini menunjukkan bagaimana Universitas Bakrie dapat berperan aktif sebagai jembatan pertukaran ilmu pengetahuan antara Indonesia dan Filipina, mendukung kedua negara dalam membangun industri halal yang berkelanjutan,"  jelas Rektor Universitas Bakrie, Prof. Sofia Alisjahbana saat menyerahkan sertifikat kelulusan program kepada para peserta.

Sebagai bagian dari rangkaian program ini, Universitas Bakrie dijadwalkan akan menyambut delegasi berikutnya pada akhir November ini.

Selama pelatihan, peserta mempelajari berbagai aspek mendasar tentang halal yang diajarkan oleh dosen Universitas Bakrie, di antaranya Dr. Kurnia Ramadhan dan Dr. Anton Apriyantono, yang sangat berpengalaman sebagai auditor halal di Indonesia, juga melibatkan pakar dari lembaga sertifikasi halal nasional.

Materi yang disampaikan mencakup pentingnya industri halal dalam konteks global, prinsip dasar konsep halal, kriteria dan proses sertifikasi halal, hingga pembahasan mengenai rantai pasok halal dan industri pariwisata halal.

Baca juga : Prof Deby Vinski, Perintis Digital Twin Human Intelligence di Indonesia dan Asia

Peserta juga diajak mengunjungi dan belajar langsung di fasilitas produksi di Indonesia, seperti PT Yili Indonesia Dairy, PT YoyiC Dairy Indonesia, dan PT Aerofood Indonesia. Kunjungan ini memberikan contoh praktik terbaik tentang bagaimana standar halal diterapkan di lini produksi massal.

Sebagai bagian dari kegiatan, peserta melakukan kunjungan kehormatan ke Kedutaan Besar Filipina di Jakarta yang disambut oleh Duta Besar Filipina, H.E. Gina Alagon Jamoralin. 

"Kolaborasi ini bukan hanya tentang pembelajaran, tetapi juga mempererat hubungan antara kedua negara. Kami yakin bahwa pengetahuan yang diperoleh peserta akan memberikan kontribusi besar bagi pengembangan industri halal di Filipina,"  ujar Duta Besar Gina Alogan.

Pada hari terakhir pelatihan, peserta dibagi dalam kelompok kecil dan diminta mempresentasikan rencana aksi yang dirancang untuk mengimplementasikan pendidikan tentang industri halal di perguruan tinggi masing-masing.

Baca juga : DNA Leadership Summit 2024 Pertemukan Influential Leaders dan Digital Champion

Dr. Kurnia Ramadhan, salah satu pengajar dalam program ini yang juga Ketua Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie, menambahkan sejak 2012, Universitas Bakrie telah mengintegrasikan pendidikan industri halal ke dalam kurikulum kami.

"Dalam pelatihan ini, kami berbagi ilmu yang dapat diimplementasikan langsung oleh peserta. Ini adalah langkah untuk memperkuat posisi Filipina dalam industri halal global".

Filipina memiliki potensi besar dalam mengembangkan pariwisata halal dan industri makanan halal, yang semakin diminati oleh pasar global.

Berdasarkan Philippine Halal Industry Development Strategic Plan 2023–2028, pasar halal global diproyeksikan mencapai USD 7,7 triliun pada tahun 2025. Short Course on Halal Food Standard Compliance ini diharapkan menjadi pijakan awal untuk mengintegrasikan konsep halal ke dalam kurikulum pendidikan tinggi pada bidang studi terkait di Filipina.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.