Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
AS Keras Kepala, Kembali Gunakan Hak Veto Tolak Gencatan Senjata Di Gaza
Kamis, 21 November 2024 09:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Amerika Serikat (AS) lagi-lagi bikin geram! Negeri Paman Sam itu kembali menggunakan hak vetonya untuk menolak resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata segera, tanpa syarat, dan permanen di Gaza, kemarin, Rabu (20/11).
Resolusi yang didukung 10 negara anggota tidak tetap DK PBB ini akhirnya gagal gara-gara langkah sepihak Washington.
Wakil Duta Besar AS untuk PBB, Robert Wood, beralasan resolusi itu tidak mengakomodir kebutuhan pembebasan sandera. “Akhir perang yang langgeng harus dicapai dengan pembebasan sandera,” katanya, dikutip dari Reuters.
Wood juga menyebut teks resolusi itu berisiko memberikan “pesan berbahaya” kepada Hamas untuk tidak kembali ke meja perundingan.
Baca juga : Menhan Ajak Mendikti Cetak Generasi Bela Negara Di Era Globalisasi
Langkah veto ini memicu kecaman keras dari banyak pihak. Perwakilan Malta di DK PBB, Vanessa Frazier, menyebut veto AS sangat disesalkan.
“Resolusi ini adalah langkah minimal untuk merespons situasi mengerikan di lapangan,” ujarnya.
Cina pun angkat bicara. Duta Besarnya untuk PBB, Fu Cong, menyindir veto AS yang terus melindungi Israel sebagai tindakan yang “mengizinkan pembantaian berlanjut.”
"Berapa banyak lagi orang yang harus mati sebelum mereka terbangun dari tidur pura-pura ini?" tanya dia, dilansir dari CNA.
Baca juga : Prabowo Gaungkan Perang Lawan Kelaparan, Minta Gencatan Senjata Di Palestina
Bentrokan Israel-Hamas yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menewaskan hampir 44.000 orang di Gaza. Situasi makin parah dengan 2,3 juta penduduk Gaza menghadapi ancaman kelaparan akut. Di sisi lain, Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober 2023, menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 tawanan.
Presiden AS Joe Biden, yang masa jabatannya akan berakhir Januari 2025, terus memberikan dukungan penuh kepada Israel. Meski begitu, upaya diplomatiknya untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata belum menunjukkan hasil.
Sebelumnya, AS sempat abstain dalam pemungutan suara DK PBB pada Maret lalu, memungkinkan resolusi gencatan senjata lolos.
Veto AS ini memancing perpecahan mendalam di DK PBB. Para anggota tidak tetap seperti Aljazair, Jepang, dan Swiss mengecam keras langkah AS.
Baca juga : Menag Akan Kembangkan Gerakan Kepramukaan Madrasah
Bahkan, Duta Besar Prancis, Nicolas de Riviere, menyesalkan kegagalan resolusi tersebut, terutama karena masih ada dua warga Prancis yang menjadi sandera di Gaza.
Dengan veto ini, Washington kembali menunjukkan posisinya sebagai sekutu tanpa syarat Israel. Namun, langkah ini bisa menjadi bumerang, mencoreng citra AS di mata internasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya