Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pasca Pemerintah Suriah Dijatuhkan Oposisi
Moskow Beri Suaka Assad Dan Keluarga
Selasa, 10 Desember 2024 06:20 WIB
Sebelumnya
Gerak cepat aliansi milisi, kelompok oposisi bersenjata yang dipelopori Hayat al-Tahrir al-Sham (HTS), dimulai 27 November 2024 di Aleppo. Dalam dua pekan, pemerintahan Assad jatuh.
“Saudara-saudaraku, kemenangan ini bersejarah bagi kawasan ini,” ujar pemimpin HTS Mohammed Al-Julani, di Masjid Umayyah, Damaskus, Minggu (8/12/2024).
Al-Julani menambahkan, kemenangan HTS di Suriah sama dengan kemenangan seluruh negara Muslim. Sebab, selama rezim Assad berkuasa, Suriah berada di bawah bayang-bayang Iran dan kelompok Hizbullah di Lebanon.
Baca juga : Bos Smelter Dituntut Bayar UP Rp 4,5 Triliun
Sebagai informasi, kelompok HTS awalnya kelompok cabang Al Qaeda yang ada di Suriah. Namun, kelompok ini memutuskan hubungan dengan Al-Qaeda pada tahun 2016. Beberapa negara memasukan HTS ke dalam daftar teroris. Antara lain Amerika Serikat (AS), Rusia dan Turki.
Trump Dan Biden Beda Sikap
Presiden AS, Joe Biden dan Presiden terpilih AS Donald Trump memberikan reaksi yang berbeda soal konflik Suriah. Biden menyatakan siap terlibat dalam transisi pemerintahan Suriah. Sementara itu, Trump menyatakan AS tidak akan ikut campur soal Suriah.
Biden merespons kaburnya Assad ke Moskow. Ia meminta Assad bertanggung jawab atas pemberontakan yang terjadi di Suriah.
Selain itu, Biden mengatakan bahwa AS akan terlibat dengan semua kelompok di Suriah. Tujuannya, untuk membuat Suriah merdeka dengan konstitusi baru.
“Kami akan terlibat dengan semua kelompok di Suriah. Termasuk, dalam proses yang dipimpin PBB, untuk melakukan transisi dari pemerintahan Assad menuju Suriah yang merdeka dan berdaulat dengan konstitusi baru,” kata Biden dilansir AFP.
Pernyataan Trump disampaikan lewat X, @donaldtrump. Awalnya, ia mengomentari gerakan oposisi yang berhasil menguasai Damaskus. Selanjutnya dia mengomentari perang Rusia dan Ukraina, yang membuat negara itu gagal melindungi sekutunya, Assad.
Baca juga : Soal PPN 12 Persen, Banteng Sehati Sama Pemerintah
Trump juga menulis dengan huruf kapital, tentang penolakan AS ikut campur di konflik ini. LDU/DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 11, edisi Selasa, 10 Desember 2024 dengan judul "Pasca Pemerintah Suriah Dijatuhkan Oposisi, Moskow Beri Suaka Assad Dan Keluarga"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya