Dark/Light Mode

Dubes Uni Eropa Untuk Indonesia Denis Chaibi Lincah Merumput Pake Jersey Biru Dan Kuning

Rabu, 18 Desember 2024 07:06 WIB
Denis Chaibi saat bermain sepak Bola Persahabatan di Pancoran Soccer Field (PSF), Jakarta, Sabtu (14/12/2024). (Foto: Randy Trikurniawan/Rakyat Merdeka/RM.id)
Denis Chaibi saat bermain sepak Bola Persahabatan di Pancoran Soccer Field (PSF), Jakarta, Sabtu (14/12/2024). (Foto: Randy Trikurniawan/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menutup Kampanye Pemberdayaan Perempuan 2024, Uni Eropa menggelar pertandingan persahabatan sepak bola, poundfitdan zumba di Pancoran Soccer Field (PSF), Jakarta, Sabtu (14/12/2024).

Duta Besar (Dubes) Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi hadir di acara itu. Dia ikut main bola bersama tim sepak bola Uni Eropa. Mengenakan jersey biru dan kun­ing, Dubes Chaibi tampak lincah merumput.

Pertandingan ini bagian dari kampanye 16 hari anti-kekerasan terhadap perempuan pada 25 November hingga 10 Desember 2024. Tema tahun ini “Gotong Royong Melawan Kekerasan Berbasis Gender”.

Acara ini merupakan kolabo­rasi antara Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dengan Kom­pas Perempuan, Yayasan Sosial Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa), Inspire Indonesia (Pledge United) dan Youth Sounding Board: Sahabat Uni Eropa.

Baca juga : Vietnam Vs Indonesia Hari Ini Live! Berikut Jadwal, Prediksi, Dan Link Streaming

Pendiri Pledge United Jonathan Hamilton mengatakan, kegiatan tersebut ter­inspirasi sepak bola sebagai cara efektif untuk mengubah budaya dan sikap terhadap pelecehan perempuan.

“Sepak bola memberi ruang untuk mengajarkan nilai-nilai positif,” ucapnya.

Dubes Chaibi mengatakan, Uni Eropa telah menjadikan pemberantasan kekerasan berbasis gender sebagai prioritas penting. Uni Eropa menganggap hal tersebut sebagai pelanggaran terhadap martabat manusia yang berdampak pada masyarakat secara global.

Menurutnya, pendekatan kolaboratif memungkinkan terealisasinya strategi yang lebih komprehensif. Mulai dari reformasi hukum dan kampa­nye kesadaran publik untuk mendukung fasilitas layanan bagi para penyintas kekerasan berbasis gender.

Baca juga : Prediksi Timnas Indonesia Vs Laos Lengkap Link Live Streaming Dan Susunan Pemain

Kampanye ini selaras dengan prioritas Pemerintah Indone­sia. Pasalnya, Indonesia dan Uni Eropa sama-sama memi­liki kesadaran bahwa terdapat kebutuhan mendesak untuk menangani isu yang sudah menjamur ini.

Dubes Chaibi juga mengapresiasi Pemerintah Indonesia yang telah mengambil lang­kah signifikan memerangi kekerasan berbasis gender. Di antaranya dengan mengesah­kan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UUTPKS) pada 2022.

Sebagai informasi, menurut World Health Organization (WHO), hampir 1 dari 3, atau 30 persen perempuan berusia 15 tahun ke atas pernah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual, setidaknya satu kali dalam hidup mereka. Baik itu dilakukan pasangan atau bukan pasangan.

Diperkirakan, terdapat seki­tar 736 juta perempuan di dunia yang pernah mengalami kekerasan berbasis gender.

Baca juga : Dubes Suriah Untuk Indonesia Abdulmonem Annan Pasang Bendera Baru Di Kedubes Jakarta

Uni Eropa berpandangan bahwa kekerasan berbasis gen­der adalah masalah kompleks yang membutuhkan pendeka­tan multi-aspek. Sebab itu, perlu kerja sama dengan mitra-mitra dalam menangani isu gender tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.