Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Indonesia & Jepang Teken Kerja Sama Pengadaan Benih Strawberry Bebas Virus
Kamis, 19 Desember 2024 17:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia dan Jepang menandatangani kerja sama SDGs Business Verification Survey with The Private Sector for Developing and Using Virus-Free Seedling Toward to Revitalization of Agriculture Sector in Indonesia untuk pengadaan dan pengembangan benih strawberry bebas virus.
Kerja sama ini diteken secara hybrid antara Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian pertanian dengan JICA Kyushu pada Senin (16/12) untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan produktivitas sektor hortikultura. Kerja sama ini juga merupakan komitmen bersama untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mempererat hubungan bilateral antara kedua negara
"Ini adalah bukti nyata kemitraan strategis Indonesia dan Jepang dalam mendukung sektor pertanian yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan upaya global mencapai Sustainable Development Goals (SDGs),” demikian dikatakan Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi dalam keterangannya, Kamis (19/12).
Baca juga : Kadin Indonesia dan Kadin Provinsi Siap Manfaatkan Akses Pasar ke Eropa
Sementara itu. Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Muhammad Taufiq Ratulemengatakan, kerja sama ini menandai era baru bagi sektor hortikultura Indonesia dan pengembangan pertanian berkelanjutan.
“Terima kasih kepada Duta Besar RI yang telah memberikan dukungan penuh, menunjukkan kuatnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang,” ucapnya
Selanjutnya, Taufiek menegaskan, bahwa sektor pertanian adalah sektor utama di Indonesia. Berbagai tantangan, seperti penyakit tanaman dan kebutuhan akan benih unggul terus dihadapi oleh Indonesia. Kolaborasi Indonesia-Jepang ini merupakan langkah konkret untuk menjawab tantangan tersebut dengan dukungan teknologi Jepang yang canggih. Indonesia meyakini penandatanganan ini akan menjadi tolak ukur pertanian berkelanjutan di Indonesia di masa mendatang
Baca juga : Madana Land dan Kopkar Kanitra Teken Kerja Sama Pembiayaan Program Perumahan
Menanggapi hal tersebut, Hitoshi Kinouchi menyampaikan rasa syukur atas kesepakatan yang telah lama dinantikan ini.
“Proyek ini telah melalui studi kelayakan sejak 2019. Dengan penandatanganan kerja sama ini, kami berharap dapat memberikan manfaat yang besar, tidak hanya bagi petani strawberry di Indonesia, tetapi juga bagi pengembangan teknologi pertanian secara global,” ujar Kinouchi.
Proyek SDGs Business Verification Survey untuk pengadaan dan pengembangan benih strawberry bebas virus ini difokuskan pada produksi benih strawberry bebas virus dengan memanfaatkan teknologi mutakhir dari Jepang.
Baca juga : Pram-Doel Harus Bangun Kerja Sama, 86 Persen Kursi DPRD DKI Dikuasai KIM Plus
Dengan implementasi program ini, diharapkan dapat membantu meningkatkan hasil panen strawberry di wilayah Garut, Jawa Barat dan Buleleng, Bali serta memberikan manfaat ekonomi langsung bagi petani dan masyarakat. Di masa yang akan datang, produksi tersebut diharapkan dapat menembus pasar ekspor termasuk ke Jepang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya