Dark/Light Mode

Indonesia Resmi Jadi Negara Mitra BRICS Mulai 1 Januari 2025

Jumat, 27 Desember 2024 16:40 WIB
Konferensi Tingkat Tinggi BRICS digelar di Kazan, Rusia, pada 22-24 Oktober 2024. (Foto Reuters)
Konferensi Tingkat Tinggi BRICS digelar di Kazan, Rusia, pada 22-24 Oktober 2024. (Foto Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia resmi menjadi negara mitra organisasi BRICS mulai 1 Januari 2025. Pengumuman ini disampaikan Penasihat Kepresidenan Rusia urusan Kebijakan Luar Negeri Yuri Ushakov dalam jumpa pers di Moskow, Senin (23/12/2024).

Menurut Ushakov, sembilan negara mitra itu adalah Belarus, Bolivia, Indonesia, Kazakhstan, Kuba, Malaysia, Thailand, Uganda, dan Uzbekistan. Ushakov menambahkan, pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Kazan, BRICS menerima 35 aplikasi untuk bergabung dengan berbagai macam syarat. Namun yang disetujui adalah 13 negara.

"Sejumlah telah menegaskan kembali kesediaan mereka untuk menerima status tersebut. Moskow sedang menunggu tanggapan dari empat negara lainnya," katanya dilansir media Rusia, Tass.

Baca juga : Hasil Seleksi Petugas Haji 1446 H Diumumkan Januari 2025

Status 'negara mitra' baru disetujui pada KTT ke-16 BRICS di Kazan, Rusia, Oktober, lalu. Status ini memberikan negara-negara itu partisipasi dalam sesi khusus KTT BRICS, pertemuan para menteri luar negeri, serta acara-acara tingkat tinggi lainnya. Para mitra juga dapat berkontribusi pada dokumen hasil dari kelompok ini. Negara-negara mitra juga dapat membuat proposal mereka sendiri. Namun, mereka tidak akan mengambil bagian dalam menyetujui dokumen dan pemungutan suara.

BRICS pada awalnya terdiri dari Brazil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan. Huruf depan negara tersebut, dalam bahasa Inggris, menjadi nama dari organisasi itu. BRIC Kemudian anggotanya diperluas pada awal tahun ini dengan menyertakan Mesir, Iran, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab.

Terpisah, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, China, Selasa (24/12), mengatakan pembentukan mekanisme negara mitra menjadi tonggak sejarah blok ekonomi tersebut dalam pengembangan BRICS setelah perluasan keanggotaan pada tahun lalu.

Baca juga : Stasiun Whoosh Karawang Resmi Dibuka, Harga Tiket Mulai Rp 125 Ribu

"China siap untuk bekerja sama dengan anggota dan mitra BRICS lainnya untuk memperluas kerja sama praktis di berbagai bidang," pungkas Mao Ning.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan, Indonesia mendapat dukungan dari China untuk bergabung ke organisasi internasional tersebut. Hal itu disampaikan Sugiono di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (2/12/2024).

Sugiono menyebut dukungan tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden China Xi Jinping, di Beijing, 9 November lalu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.