Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Merebak Di China dan Malaysia, Ini Gejala HMPV Dan Pencegahan
Senin, 6 Januari 2025 13:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - China tengah disoroti dengan merebaknya kasus penyakit infeksi saluran pernapasan akibat HMPV (human metapneumovirus). Selain China, negeri jiran, Malaysia juga mencatat 327 kasus infeksi HMPV pada 2024, naik 45 persen dari 225 kasus pada tahun 2023.
Indonesia terus memantau kasus ini. Warga diminta lebih proaktif menjaga kesehatan.
Kementerian Kesehatan Kesehatan Malaysia, mengatakan, HMPV disebabkan virus dalam famili Pneumovirida, bukanlah penyakit baru. Mereka yang terkena HMPV biasanya mengalami gejala yang mirip dengan flu biasa. Namun, pada kasus yang lebih parah gejalanya dapat berkembang menjadi bronkitis atau pneumonia. Hal itu disampaikan Kementerian Kesehatan Malaysia dalama pernyataannya, Sabtu (4/1/2024), dilansir Strait Times.
Kementerian juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada. Terutama karena infeksi saluran pernapasan akan terus terjadi di masyarakat.
Baca juga : Merebak Di China, Virus HMPV Dipantau Pemerintah
Kementerian menyarankan masyarakat untuk sering mencuci tangan dengan sabun, memakai masker wajah, dan menutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin.
"Masyarakat diimbau lebih proaktif menjaga kesehatan mereka dan mencegah penularan kepada orang lain, terutama di tempat tertutup dan ramai," bunyi pernyataan itu.
"Ini termasuk mereka yang berencana bepergian ke negara-negara berisiko."
Kementerian menambahkan, peningkatan infeksi saluran pernapasan pada awal dan akhir tahun merupakan fenomena yang terjadi di negara-negara yang memiliki musim dingin.
Baca juga : Menteri Dody Kejar Swasembada Pangan
Sebelumnya, provinsi utara China baru-baru ini mengalami tren peningkatan kasus HMPV di antara orang-orang yang berusia di bawah 14 tahun. Menurut pernyataan resmi, penyebaran virus HMPV mulai melonjak di China pada akhir tahun kemarin. Tercatat, ada 40 kasus selama 2-8 Desember 2024. Angka itu disebut otoritas China mengalami peningkatan di periode 16-22 Desember 2024.
Seorang pejabat otoritas Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China mengatakan negara itu kemungkinan akan terkena berbagai penyakit infeksi saluran pernapasan pada musim dingin dan semi.
Semetara Pemerintah Indonesia juga terus memantau perkembangan situasi wabah HMPV di China dan negara-negara lain. Langkah antisipasi dilakukan melalui peningkatan kewaspadaan di pintu-pintu masuk negara, termasuk pengawasan kekarantinaan kesehatan bagi pelaku perjalanan internasional yang menunjukkan gejala Influenza Like Illness (ILI).
“Saat ini belum ada laporan kasus HMPV di Indonesia. Meski begitu, kami mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini penting untuk memperkuat daya tahan tubuh dan mencegah penularan berbagai virus yang berpotensi mengancam kesehatan,” jelas Juru Bicara Kemenkes RI, drg. Widyawati Widyawati, dilansir Rakyat Merdeka Sabtu, 4 Januari 2025.
Baca juga : Virus HMPV Merebak Di China, Pemerintah Minta Masyarakat Tak Panik
Hingga saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuk HMPV. Perawatan suportif seperti rehidrasi, pengendalian demam, dan istirahat cukup efektif dalam membantu meringankan gejala.
Langkah-langkah pencegahan seperti menjaga pola hidup sehat, mencuci tangan secara teratur, dan menggunakan masker di tempat umum dapat membantu mengurangi risiko tertular penyakit menular.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya