Dark/Light Mode

Umumkan Mundur, PM Kanada Justin Trudeau: Ini Waktunya Turunkan Tensi Politik

Senin, 6 Januari 2025 23:35 WIB
Justin Trudeau mengumumkan pengunduran dirinya sebagai PM Kanada di kediamannya di Roseau Cottage, Ottawa, Senin (6/1/2025). (Foto: CPAC via BBC)
Justin Trudeau mengumumkan pengunduran dirinya sebagai PM Kanada di kediamannya di Roseau Cottage, Ottawa, Senin (6/1/2025). (Foto: CPAC via BBC)

RM.id  Rakyat Merdeka - Justin Trudeau akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri (PM) Prancis.

Trudeau mengawali ungkapan hatinya, dengan menceritakan bahwa setiap kali bangun tidur sebagai perdana menteri, dia terinspirasi oleh resiliensi dan kemurahan hati masyarakat Kanada.

Sejak menjadi Perdana Menteri pada tahun 2015, Trudeau mengaku telah berjuang untuk Kanada dan rakyatnya. Memperkuat dan menumbuhkan kelas menengah. Dia melihat sendiri, bagaimana rakyatnya bersatu untuk saling mendukung selama pandemi, dan telah berupaya melindungi perdagangan bebas di benua biru. 

"Saya akan mengundurkan diri sebagai pemimpin partai dan perdana menteri, setelah partai memilih pemimpin berikutnya," ujar Trudeau di kediamannya di Roseau Cottage, Ottawa seperti dilansir BBC, Senin (6/1/2025).

Keputusan ini diambilnya setelah berdiskusi panjang dengan pihak keluarganya. PM ke-23 Kanada itu menekankan, segala keberhasilannya adalah berkat dukungan mereka.

Baca juga : Spekulasi Mundur Terus Menguat, PM Kanada Justin Trudeau Segera Gelar Konpers

"Saya sudah memberi tahu rencana pengunduran diri ini kepada anak-anak, saat makan malam tadi malam," tutur Trudeau, yang telah resmi bercerai dari istrinya Sophie Gregoria pada September 2023.

Usai mengumumkan pengunduran dirinya, Trudeau menuturkan, Kanada layak memiliki pilihan yang nyata di pemilu berikutnya.

"Sudah jelas, jika harus berjuang dalam pertempuran internal, saya tidak bisa menjadi pilihan terbaik bagi warga Kanada," ucapnya.

Trudeau menambahkan, dia adalah seorang pejuang. Setiap tulang di tubuhnya menyuruh untuk berjuang. Dia mengatakan, parlemen telah lumpuh selama berbulan-bulan, setelah apa yang disebutnya sebagai sesi terpanjang parlemen minoritas dalam sejarah Kanada.

"Itu sebabnya negara membutuhkan sesi parlemen baru, dan DPR akan vakum hingga 24 Maret," ujar Trudeau.

Baca juga : Kemenag Tunjuk Artis Dude Jadi Duta Kerukunan, Tingkatkan Toleransi Beragama

Trudeau mengaku gembira melihat proses pemilihan calon penggantinya akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

Dia mengatakan, Partai Liberal yang dipimpinnya terpilih untuk ketiga kalinya pada tahun 2021 untuk memperkuat ekonomi pascapandemi dan memajukan kepentingan Kanada.

Trudeau bilang, itulah pekerjaan yang akan terus dia dan partainya lakukan.

Turunkan Tensi Politik

Dalam sesi tanya jawab, Trudeau merasa pengunduran dirinya menjadi jalan untuk menurunkan tensi politik. "Ini waktunya untuk me-reset dan menurunkan tensi politik Kanada," ucap politisi kelahiran 25 Desember 1971.

Hal itu, kata Trudeau, merupakan bagian dari upaya menyingkirkan perselisihan seputar kepemimpinannya.

Baca juga : Warga Senang Punya Kamar Dan Toilet Sendiri

"Ini merupakan kesempatan untuk meredakan ketegangan dan membentuk pemerintahan yang berfokus pada isu-isu rumit yang dihadapi warga Kanada, dalam beberapa bulan mendatang," papar Trudeau.

Pengunduran Diri Menkeu 

Dalam kesempatan tersebut, Trudeau juga mengatakan, dirinya benar-benar mengharapkan sekutu lamanya: Christya Freeland tetap menjabat Menteri Keuangan (Menkeu) dan Wakil Perdana Menteri. Tapi, dia malah mengambil langkah sebaliknya.

Pengunduran diri Freeland pada pertengahan Desember 2024 semakin meningkatkan tekanan terhadap pengunduran diri Trudeau.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.