Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kantor PM Israel Bilang Kesepakatan Pembebasan Sandera Tercapai
Jumat, 17 Januari 2025 13:04 WIB
Sebelumnya
Mengenai keputusan kesepakatan itu, menteri kabinet Netanyahu terpecah soal gencatan senjata. Dua menteri menyatakan secara terbuka menentang keputusan Tel Aviv tersebut.
Dikutip AFP, Menteri Keuangan sekaligus politikus sayap kanan Bezalel Smotrich menyebut kesepakatan ini sebagai kesepakatan buruk dan berbahaya bagi keamanan Negara Israel.
Baca juga : Menteri Keamanan Israel Ancam Mundur, Jika Netanyahu OK Dengan Kesepakatan Gaza
Dalam pernyataannya pada Rabu malam, Smootrich dan partainya, bahkan mengancam akan keluar dari kabinet Netanyahu jika gencatan senjata disepakati Israel.
"Terlepas dari kebahagiaan kami atas kepulangan para sandera, perjanjian ini (gencatan senjata) menyepelekan pencapaian perang Israel Ketika para pahlawan kita di medan perang mengorbankan nyawa mereka," paparnya.
Baca juga : Legislator PAN Ingatkan Pemerintah Penggunaan Dana Zakat Harus Transparan
Sementara itu, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir juga menilai kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas sebagai bencana. Senada dengan Smootrich, Ben Gvir dan partainya juga mengancam akan keluar dari kabinet jika Israel menyepakati gencatan senjata.
Keluarga Sandera
Sejumlah kerabat dari para sandera yang ditawan Hamas di Gaza, mengungkapkan perasaan mereka yang campur aduk mengenai kesepakatan yang dicapai antara Israel dan Hamas tentang pembebasan sandera.
Baca juga : Kapolri Hadiri Tanwir I Aisyiyah, Dukung Kesetaraan Gender
Keluarga-keluarga sandera berkumpul di alun-alun Tel Aviv tempat mereka mengadakan demonstrasi selama lebih dari setahun. Mereka meneriakkan nama-nama sandera dan menuntut pembebasan 98 orang yang ditawan Hamas, hidup dan mati, sejak penculikan mereka pada 7 Oktober 2023.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya