Dark/Light Mode

Presiden Yoon Suk Yeol Ditangkap, Kesehatan Ibu Negara Korsel Menurun

Sabtu, 18 Januari 2025 19:53 WIB
Presiden Korsel dimakzulkan Yoon Suk-yeol (kiri) dan istrinya, Kim Keon-hee. (Foto: Instagram)
Presiden Korsel dimakzulkan Yoon Suk-yeol (kiri) dan istrinya, Kim Keon-hee. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ibu Negara Korea Selatan (Korsel) Kim Keon-hee yang saat ini tinggal sendirian di kediaman presiden di Hannam-dong, Seoul dilaporkan mengalami penurunan kondisi kesehatan setelah suaminya: Yoon Suk-yeol ditangkap pada Kamis (15/1/2025).

Mengutip pernyataan pejabat kantor kepresidenan, media lokal menyebut Kim terlihat sangat kurus.

Lingkaran terdekatnya mengungkap, sejak suaminya mendeklarasikan darurat militer pada 3 Desember 2024, pola makan Kim berantakan.

Melansir The Straits Times, beberapa anggota parlemen dari partai berkuasa People Power Party (PPP) yang berada di kediaman presiden saat hari penangkapan Yoon mengungkap, pola makan Kim berantakan.

Beruntung, Kim masih bisa bertahan dengan mengonsumsi obat. Jika tidak, dia bisa saja dilarikan ke rumah sakit.

Baca juga : Presiden Yoon Suk Bakal Ditahan Di Penjara Isolasi

Sejak Juli 2024, Kim tidak muncul di depan publik, lantaran terlilit skandal tas mewah dan tuduhan manipulasi saham Deutsche Motors.

Kim juga tidak terlihat menemani Yoon dalam lawatan ke Amerika Tengah dan Selatan pada November 2024. Plus tidak menghadiri acara resmi selama berbulan-bulan.

Partai Demokratik Korea yang beroposisi, telah menyerukan dimulainya penyelidikan terpisah terhadap Ibu Negara.

Pada 15 Januari lalu, lewat media sosial, Perwakilan Partai Demokrat Kang Deuk-gu meminta penyelidikan penuntutan dilanjutkan.

"Akhirnya, Presiden Yoon telah ditangkap. Kini, giliran Kim Keon Hee yang harus menghadapi pembatasan seperti larangan bepergian dan penangguhan transaksi keuangan. Jaksa harus segera melakukan investigasi ulang berbagai tuduhan kriminal yang melibatkan Kim. Termasuk kasus manipulasi saham Deutsche Motors,” papar Kang.

Baca juga : Gaji Presiden Dimakzulkan Naik 3 Persen, Warga Korsel Ngedumel Di Medsos

“Publik sudah tahu bahwa Kim adalah dalang di balik Yoon. Pj Presiden Choi Sang-mok harus segera memerintahkan larangan bepergian dan pembatasan keuangan,” imbuhnya.

Anggota parlemen dari partai oposisi lainnya, menyuarakan hak yang sama.

15 Januari lalu, anggota parlemen dari Partai Rebuilding Korea mendesak larangan bepergian bagi Kim, dan meminta agar wanita berusia 52 tahun itu diselidiki.

“Penangkapan pemimpin pemberontakan Yoon Suk Yeol hari ini, bukanlah akhir. Langkah-langkah lanjutan harus diambil. Penghasut utama korupsi nasional Yoon adalah Kim Keon Hee. Investigasi terhadap Kim, yang memainkan peran kunci dalam korupsi negara Yoon, harus dimulai dengan sungguh-sungguh,” kata anggota parlemen dalam sebuah konferensi pers.

Jika Yoon dimakzulkan oleh Mahkamah Konstitusi Korea sebelum tanggal 12 Juni, oposisi utama kemungkinan akan mengintensifkan dorongannya untuk melakukan investigasi terhadap Kim, yang kemudian akan berstatus sipil.

Baca juga : Penting, Komitmen Memprioritaskan Keselamatan Transportasi

Majelis Nasional kini tengah membahas apa yang disebut Undang-Undang Jaksa Khusus Kim Keon Hee. Undang-Undang ini ditujukan untuk menyelidiki berbagai tuduhan yang melibatkan Kim.

Undang-Undang yang diusulkan mencakup 15 tuduhan, termasuk kasus manipulasi saham Deutsche Motors, kasus penyuapan tas mewah, penyimpangan dalam pemindahan kediaman presiden, keterlibatannya dalam pengangkatan personel, dan campur tangan dalam pencalonan pemilu.

Jika Undang-Undang khusus tersebut disahkan di Majelis Nasional dan diumumkan oleh penjabat presiden, seorang jaksa khusus dapat ditunjuk untuk memulai penyelidikan terhadap Kim.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.