Dark/Light Mode

Trump Kecam Biden Karena Ampuni Keluarga Jelang Lengser

Selasa, 21 Januari 2025 07:48 WIB
Presiden AS Donald Trump usai pelantikan di Capitol, Washington DC, Senin (20/1/2025). (Foto: Getty Images via CNN International)
Presiden AS Donald Trump usai pelantikan di Capitol, Washington DC, Senin (20/1/2025). (Foto: Getty Images via CNN International)

RM.id  Rakyat Merdeka - Donald Trump yang baru dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) ke-47, mengecam langkah mantan Presiden Joe Biden yang memberikan pengampunan kepada anggota keluarganya, pada jam-jam terakhir jelang lengser.

"Apakah Anda tahu bahwa Biden mengampuni seluruh keluarganya, saat saya sedang berpidato? Semuanya dimaafkan. Dapatkah Anda membayangkan itu terjadi, saat saya sedang berpidato. Apakah semua orang mendengar pidato saya? Apakah Anda menyukai pidato saya? Terima kasih,” papar Trump dalam pidato usai pelantikan di Capitol One Arena, Washington DC, seperti dikutip CNN International, Senin (20/1/2025).

Trump menuturkan, para staf telah menghentikannya untuk membuat pidato pelantikan yang lebih keras. Dia diminta menghindari pernyataan tentang keputusan Biden mengampuni anggota keluarga, atau tentang pengampunan yang direncanakan untuk terdakwa 6 Januari.

Baca juga : Tak Terima Gencatan Senjata Dengan Hamas, Menteri Keamanan Israel Mundur

“Anda tahu, mengapa dia melakukannya ketika saya sedang berbicara? Karena dengan cara itu, saya tidak bisa membicarakannya," kata Trump.

Ampuni Keluarga

Pada jam-jam terakhir jelang transisi kekuasaan, Biden menerbitkan pengampunan untuk lima anggota keluarganya: James Biden, Frank Biden dan Valerie Biden Owens, serta pasangan mereka: John Owens dan Sara Biden.

Pengampunan ini diberikan karena Biden ingin melindungi mereka, dari penyelidikan yang bermotif politik.

Baca juga : DPR: Kementan Jangan Lengah

“Keluarga saya telah menjadi sasaran serangan dan ancaman, yang semata-mata dimotivasi keinginan untuk menyakiti saya. Saya tidak melihat alasan, serangan ini akan berakhir,” ujar Biden seperti dilansir Reuters.

Pengampunan Biden juga diberikan kepada kepada mantan anggota parlemen Partai Republik Liz Cheney dan mantan Ketua Kepala Staf Angkatan Bersenjata Amerika Mark Milley, Kepala Penasihat Medis Gedung Putih selama pandemi Covid-19 Anthony Fauci, dan komite khusus yang menyelidiki penyerbuan Capitol pada 6 Januari 2021 oleh pendukung Trump.

Tradisi Pemberian Ampunan

Presiden AS lumrah memberikan grasi di akhir masa jabatan. Hanya saja, ampunan biasanya diberikan kepada warga Amerika biasa yang telah dihukum karena melakukan kejahatan.

Baca juga : Asuransi Kerugian BRI Insurance Jalan Ninja Amankan Harta Dan Aset

Namun Biden telah menggunakan kekuasaannya dengan cara yang paling luas dan paling tidak teruji, yaitu mengampuni mereka yang bahkan belum diselidiki.

“Ini adalah keadaan yang luar biasa, dan saya secara hati nurani yang baik tidak bisa tidak melakukan apa-apa,” kata Biden.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.