Dark/Light Mode

Trump Minta Putin Segera Akhiri Perang Ukraina, Kremlin: Kami Menunggu Sinyal

Kamis, 23 Januari 2025 17:28 WIB
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov (Foto: TASS)
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov (Foto: TASS)

RM.id  Rakyat Merdeka - Juru Bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Peskov memastikan, pihaknya membuka pintu untuk dialog yang setara dan saling menghormati. Hal ini disampaikan Peskov, setelah Presiden AS Donald Trump mengancam menjatuhkan sanksi yang serius dan tarif lebih tinggi terhadap Moskow, jika Putin tidak segera menghentikan perang Ukraina.

Seperti diketahui, di masa kampanyenya, Trump sesumbar bisa menghentikan perang Rusia-Ukraina yang dijalankan dengan skala penuh sejak 24 Februari 2022, dalam tempo 24 jam setelah menjabat Presiden ke-47 AS.

"Kami sedang menunggu sinyal yang belum tiba," kata Peskov, seperti dilansir BBC, Kamis (23/1/2025).

Baca juga : Trump Desak Putin Akhiri Perang Ukraina, Dengan Ancaman Sanksi Yang Lebih Berat

Sebelumnya, pada Rabu (22/1/2025), Duta Besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy mengatakan, Kremlin perlu mengetahui apa yang diinginkan Trump dalam kesepakatan untuk mengakhiri perang, sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Mengutip media AS Wall Street Journal, Trump telah memerintahkan utusan khusus untuk Ukraina, Keith Kellogg untuk mengakhiri konflik Ukraina dalam 100 hari.

"Membuat kesepakatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin tidak segampang yang dijanjikan Trump di masa kampanye," tulis Wall Street Journal, Rabu (22/1/2024).

Diprediksi Sulit

Baca juga : Trump Kembali Tarik AS Dari Perjanjian Iklim Paris, Ini Alasannya

Associate Professor sekaligus Pakar Hubungan Internasional dari Ramkhamhaeng University, Thailand, Krissada Promvek tak yakin Trump mampu menyelesaikan konflik Rusia-Ukraina dengan cepat. Sebab, hingga saat ini, belum ada rencana konkret dari Trump dan timnya untuk mengakhiri perang tersebut.

"Menyelesaikan konflik Rusia dan Ukraina membutuhkan persetujuan dari kedua belah pihak. Ukraina dan Rusia harus bisa menerima kondisi yang dipersyaratkan," jelas Promvek, seperti dikutip TASS, Rabu (22/1/2025).

"Saat ini, posisi kedua belah pihak tidak konsisten, sehingga negosiasi menjadi sulit," lanjutnya.

Baca juga : Eks Manager Timnas U16 Ajak Masyarakat Dukung Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia

Promvek tidak percaya, internal AS memuluskan langkah Trump untuk mengakhiri konflik Rusia-Ukraina.

"Kita tidak dapat menyangkal fakta bahwa politik domestik dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat ditentukan dan dikendalikan oleh internal negara tersebut. Terutama perusahaan senjata, yang melihat perang sebagai keuntungan mereka," beber Promvek.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.