Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Jika etika makan dan minum harus dilakukan dengan duduk, hal itu tidak bisa dilakukan oleh Elise Baynard. Wanita Inggris ini mengalami kondisi yang sangat langka dan harus berdiri saat makan dan minum.
Wanita berusia 25 tahun itu berisiko tersedak jika makan sambil duduk. Hanya operasi yang akan membantunya kembali normal.
“Kondisi itu benar-benar mengejutkan. Saya tidak bisa duduk saat makan, saya harus berdiri, jadi makanan benar-benar masuk,” kisah Baynard, dikutip The New York Post.
Baynard didiagnosis menderita akalasia. Ini kondisi menelan langka yang mempengaruhi kerongkongan.
Baca juga : Indra Sjafri Pulangkan 7 Pemain Timnas U-20
Kondisi tersebut membuatnya hampir mustahil untuk makan atau minum secara normal. Bahkan Baynard pernah muntah hingga 60 kali sehari. Kondisinya ini membuat Baynard kehilangan banyak berat badan.
Baynard adalah seorang pekerja perawatan kesehatan dari Dover, Kent, Inggris. Kondisi langka Baynard dimulai pada Januari 2020. Dia baru saja pindah ke flat barunya di Dover, Kent. Dia tiba-tiba kesulitan menelan. Wanita itu merasakan tekanan yang kuat di dadanya.
“Rasanya seperti terkena serangan jantung. Kadang-kadang saya menangis di lantai karena kesakitan,” kata Baynard.
Awalnya, dokter umum setempat mendiagnosis Baynard terkena penyakit lambung. Obat yang diresepkan dokter tidak membantu meredakan nyerinya. Masalah tenggorokannya terus memburuk.
Baca juga : Hari Desa Ke-11, Mendagri Serukan Hidupkan Desa & Tekan Urbanisasi
Dia kesulitan menelan makanan seperti roti dan pasta. Bahkan, dia kesulitan minum. Cairan yang diminum sering kembali naik ke tenggorokan dan dia muntahkan.
Akhirnya, Baynard dirujuk ke dokter gastroenterologi pada tahun 2021. Spesialis sistem pencernaan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisinya. Namun, bertahun-tahun dia merasa diabaikan.
Baynard akhirnya dirujuk ke dokter di London, Inggris. Mereka melakukan tes manometri untuk memeriksa gerakan otot di tenggorokan.
Baynard pun menerima diagnosisnya pada November 2024. Ternyata dia mengalami kondisi akalasia. Kondisi otot esofagus tidak berkontraksi dengan baik dan tidak membantu makanan turun ke lambung.
Baca juga : Tertahan, Juventus Dan AC Milan Gagal Tembus 3 Besar
Karena kondisinya ini, dia memiliki pola makan yang sangat terbatas. Dia hanya bisa mengkonsumsi sereal yang direndam dalam susu dan keripik. Hal ini yang membuat berat badannya turun drastis.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Jumat, 24 Januari 2025 dengan judul "Hindari Tersedak, Makan Dan Minum Harus Berdiri"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya