Dark/Light Mode

Pete Hegseth Resmi Jadi Menteri Pertahanan AS

Sabtu, 25 Januari 2025 14:14 WIB
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth (Foto: Instagram)
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pete Hegseth akhirnya mendapatkan konfirmasi dari Senat untuk menjadi Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) pada Jumat (25/1/2025), setelah melalui perdebatan yang cukup sengit.

Hegseth akan memimpin departemen yang terdiri dari 3 juta karyawan dan mengelola anggaran 849 miliar dolar AS atau setara Rp 13,73 kuadriliun.

Dalam proses konfirmasi tersebut, Wakil Presiden JD Vance menjadi tie-breaker setelah tiga senator Republik – termasuk mantan pemimpin mayoritas Senat, Mitch McConnell – memberikan suara menentang. Vance sukses menjadi penyeimbang, setelah deadlock 50-50.

Baca juga : Jadi Menteri Paling Ngetop, Cak Imin Janji Gaspol

Vance tercatat menjadi Wakil Presiden AS kedua yang bertindak sebagai tie-breaker untuk mengkonfirmasi calon menteri, setelah Mike Pence yang mendukung pencalonan Betsy DeVos sebagai Menteri Pendidikan pada tahun 2017.

Selama sidang konfirmasi, Hegseth menghadapi banyak pertanyaan tentang tuduhan kekerasan seksual yang telah dibantahnya. Pria berusia 44 tahun ini dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita yang tidak disebutkan namanya, di sebuah kamar hotel di Monterey, California pada tahun 2017. Namun, tuduhan ini telah berulang kali dibantahnya.

Di luar itu, Hegseth juga menghadapi tuduhan minum-minum secara berlebihan, termasuk di acara kerja. Serta perselingkuhan di dua pernikahannya sebelumnya.

Baca juga : PNS Kemendiktisaintek Demo: Pak Presiden Selamatkan Kami Dari Menteri Pemarah

"Saya bukan orang yang sempurna, tetapi penebusan itu nyata," katanya selama sidang.

Ketika senator Demokrat bertanya tentang kualifikasinya untuk memimpin Departemen Pertahanan, Hegseth menggambarkan pekerjaannya identik dengan pertempuran, mematikan, meritokrasi, standar, dan kesiapan. "Itulah pekerjaan saya," ujar Hegseth.

Hegseth, yang merupakan seorang veteran perang di Afghanistan dan Irak sekaligus mantan presenter Fox News, dinilai memiliki sedikit pengalaman tradisional untuk posisi kabinet keamanan nasional. Posisi tersebut biasanya diisi oleh pegawai negeri senior, politisi berpengalaman, jenderal, dan eksekutif tingkat tinggi.

Baca juga : Aktivis Minta Menteri KKP Turun Tangan Satukan HNSI

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.