Dark/Light Mode

Rencana Relokasi Warga Gaza, Mesir-Yordania Tolak Ide Trump

Senin, 27 Januari 2025 22:30 WIB
INGIN KEMBALI KE RUMAH: Ribuan warga Palestina menunggu untuk diizinkan kembali ke rumah mereka di Gaza utara setelah mereka mengungsi ke selatan atas perintah Israel selama perang, di Jalur Gaza tengah, 26 Januari 2025. (Foto Reuters/Mohammed Salem)
INGIN KEMBALI KE RUMAH: Ribuan warga Palestina menunggu untuk diizinkan kembali ke rumah mereka di Gaza utara setelah mereka mengungsi ke selatan atas perintah Israel selama perang, di Jalur Gaza tengah, 26 Januari 2025. (Foto Reuters/Mohammed Salem)

 Sebelumnya 
Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menyambut baik ide Trump. Smotrich yang kerap menyerukan kembalinya pemukim Yahudi ke Jalur Gaza, menilai rencana Trump akan memberi warga Palestina kesempatan untuk membangun kehidupan baru dan lebih baik di tempat lain.

“Dengan bantuan Tuhan, saya akan bekerja dengan perdana menteri dan kabinet dalam mengembangkan rencana operasional untuk melaksanakannya, secepatnya,” ujar Smotrich.

Berbeda dengan Smotrich, anggota Biro Politik Hamas Basem Naim menyuarakan ketakutan lama warga Palestina yang dipaksa meninggalkan tanah mereka secara permanen.

Baca juga : Soal Rencana Akhiri Perang, Ukraina Sambut Baik Pesan Kuat Trump Untuk Putin

“Palestina tidak akan menerima tawaran atau solusi apa pun, meskipun tawaran itu tampaknya memiliki niat baik dengan dalih rekonstruksi, seperti yang diumumkan dalam proposal Presiden AS Trump,” tegas Naim.

Pejabat Hamas lainnya, Sami Abu Zuhri, meminta Trump tidak mengulang ide-ide gagal yang dicoba pendahulunya, Joe Biden.

“Rakyat Gaza telah kehilangan banyak nyawa dan menolak meninggalkan tanah air mereka, apapun alasannya,” sebut Abu Zuhri.

Baca juga : Trump Mau Relokasi 2 Juta Warga Gaza Ke RI, Begini Tanggapan Kemlu 

Usulan Trump muncul sepekan setelah perjanjian gencatan senjata di Gaza pada 19 Januari lalu. Gencatan senjata telah menangguhkan serangan Israel yang telah menewaskan lebih dari 47.000 warga Palestina, dan melukai lebih dari 111.000 orang sejak 7 Oktober 2023.

Serangan Israel telah menyebabkan lebih dari 11.000 orang hilang, dengan kerusakan yang meluas dan krisis kemanusiaan yang telah merenggut nyawa banyak orang tua dan anak anak dalam salah satu bencana kemanusiaan global terburuk yang pernah ada.

Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) pada November 2024, mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Baca juga : Golkar Riau Sedang Dilanda Konflik Internal

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di daerah kantong Palestina tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.