Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Stop Serang Gaza, Israel Bombardir Tepi Barat
Trump Nggak Menjamin Gencatan Senjata Awet
Rabu, 5 Februari 2025 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak bisa menjamin gencatan senjata antara Hamas dengan Israel di Gaza bertahan lama. Menurut Trump, kelangsungan gencatan senjata bergantung pada pihak yang berseteru.
Trump rencananya akan bertemu Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Washington DC, AS, Selasa (4/2/2025) waktu setempat.
Selama di AS, Netanyahu diperkirakan akan membicarakan soal tahap kedua gencatan senjata di Gaza dan bertemu dengan jajaran pejabat Pemerintahan Trump.
Baca juga : Suami Baru Bikin Happy
Perundingan tidak langsung antara Israel dan Hamas yang melibatkan mediator seperti Qatar, Mesir dan AS, diperkirakan akan dilanjutkan pekan ini. Namun, tanggal pastinya belum ditentukan.
Sedangkan tahap pertama gencatan senjata yang berlangsung selama 42 hari akan berakhir bulan depan.
“Saya tidak punya jaminan perdamaian akan bertahan,” ujar Trump saat diwawancarai CNN, Senin (3/2/2025).
Tahap pertama gencatan senjata di Gaza fokus pada pembebasan 33 sandera Israel yang ditahan Hamas secara bertahap, yang ditukarkan dengan pembebasan sekitar 1.900 tahanan, sebagian besar warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.
Tahap selanjutnya, dalam gencatan senjata diperkirakan mencakup pembebasan para sandera yang tersisa di Jalur Gaza dan mendiskusikan penghentian perang yang lebih permanen.
Sayangnya, di saat berhenti menyerang Gaza, Palestina, Israel justru mengalihkan serangan ke Tepi Barat. Sejak awal 2025, pasukan Israel dilaporkan menyerang kamp-kamp pengungsian di Tepi Barat.
Baca juga : Anggaran Kemendagri Kena Potong 2,7 T: Tito Diapresiasi, Juga Dikasihani
Kantor Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam operasi militer Israel di wilayah Tepi Barat, yang dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 70 orang dalam dua pekan terakhir.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya