Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Balas Dendam, Trump Cabut Izin Keamanan dan Akses Joe Biden ke Informasi Rahasia
Sabtu, 8 Februari 2025 11:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mencabut izin keamanan dan akses Joe Biden ke pengarahan intelijen harian, sebagai bentuk balasan perlakuan yang diterimanya empat tahun lalu.
"Joe Biden tak perlu terus menerima akses ke informasi rahasia," tulis Trump dalam postingan di platform Truth Social.
"JOE, KAMU DIPECAT," imbuhnya, mengacu ke slogan di acara reality show TV, The Apprentice.
Saat ini, Trump telah mencabut izin keamanan lebih dari empat lusin mantan pejabat intelijen, yang dituduhnya ikut campur dalam Pemilu 2020 yang menguntungkan Biden.
Trump mengungkit kejadian tahun 2021, ketika Biden menginstruksikan Komunitas Intelijen (IC) untuk mencabut haknya terhadap akses detail keamanan nasional. Padahal, menurutnya, itu adalah satu bentuk kehormatan yang diberikan kepada mantan Presiden.
Baca juga : Banjir Pekalongan, Pembukaan Akses Mulai Dikerjakan Untuk Cegah Isolasi Warga
“Biden tidak dapat dipercaya dengan informasi sensitif,” kata Trump, mengutip penyelidikan Departemen Kehakiman terhadap penyimpanan file rahasia Demokrat, yang memutuskan tidak mengajukan tuntutan dan mengatakan Biden memiliki ingatan yang buruk, seperti dikutip BBC. Kala itu, Biden menolak disebut demikian.
Biden yang digantikan Trump sejak 20 Januari 2025, tidak segera menanggapi komentar tersebut.
Faktanya, tahun 2021, Biden menghentikan Trump untuk menerima pengarahan intelijen rahasia. Ini adalah pertama kalinya seorang mantan presiden ditolak untuk mendapatkan informasi semacam itu, yang secara tradisional diberikan sebagai rasa hormat.
Biden membenarkan langkah itu dengan mengatakan Trump tidak dapat dipercaya, karena perilakunya yang tidak menentu, bahkan sebelum kerusuhan Capitol AS 2021.
"Apa gunanya memberinya pengarahan intelijen?" tanya Biden saat itu.
Baca juga : Hendri Satrio: Keamanan Siber, Kunci Sukses Digitalisasi Indonesia
"Apa dampaknya, selain fakta bahwa dia mungkin terpeleset dan mengatakan sesuatu?" lanjutnya.
Trump telah mengambil langkah-langkah untuk mencabut izin keamanan dan perlindungan pejabat tinggi lainnya yang terkait dengan pemerintahan Biden, sejak kembali ke Gedung Putih.
Pejabat lain yang diperlakukan seperti itu di antaranya adalah komandan tertinggi militer AS Mark Milley, yang dikenal kritis terhadap Trump.
Menteri Pertahanan AS yang baru, Pete Hegseth, juga telah memerintahkan penyelidikan terhadap Milley dan peninjauan terhadap pangkat militernya.
Mantan Kepala Penasihat Medis Presiden, Anthony Fauci, yang memimpin tanggapan AS terhadap Covid-19.
Baca juga : Ryo Matsumura Incar Kemenangan 5 Kali Beruntun Persija
Trump mengatakan, keputusan itu sangat standar. Tidak mungkin semua orang memiliki perlindungan keamanan selama sisa hidup, hanya karena bekerja untuk pemerintah.
Di luar itu, Trump juga telah memerintahkan agar izin keamanan puluhan mantan pejabat intelijen, termasuk dua mantan direktur CIA, dicabut.
Tahun 2020, kedua pejabat CIA itu menandatangani surat yang menyiratkan laporan tentang laptop yang dimiliki oleh putra Joe Biden, Hunter, adalah hoaks Rusia. Tetapi, komputer yang datanya berisi detail kehidupan pribadi Hunter Biden dan menimbulkan pertanyaan tentang transaksi bisnisnya, adalah nyata.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya