Dark/Light Mode

Curahan Hati Warga Gaza

“Saya Takut Tak Bisa Kembali Ke Tempat Kelahiran Saya...”

Kamis, 13 Februari 2025 04:15 WIB
Warga Palestina menutupi dengan terpal bagian rumah mereka yang hancur, sehingga masih bisa berteduh di hari hujan. Keluarga Palestina ini kembali ke rumah di tengah gencatan senjata antara Israel dan Hamas, di Jabalia, Jalur Gaza utara, Selasa (11/2/2025). (Foto Reuters/Mahmoud Issa)
Warga Palestina menutupi dengan terpal bagian rumah mereka yang hancur, sehingga masih bisa berteduh di hari hujan. Keluarga Palestina ini kembali ke rumah di tengah gencatan senjata antara Israel dan Hamas, di Jabalia, Jalur Gaza utara, Selasa (11/2/2025). (Foto Reuters/Mahmoud Issa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Shaban Shaqaleh berniat membawa keluarganya mengungsi ke Mesir selama gencatan senjata Hamas-Israel diberlakukan. Namun, dia berubah pikiran usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana akan mengambil alih Gaza dan membangun kawasan itu menjadi Riviera di Timur Tengah. Shaqaleh takut tak bisa lagi kembali ke tanah kelahirannya.

Shaqaleh adalah warga Tel Al Hawa, kota kecil di pinggiran Gaza. Di kota itu terdapat sejumlah bangunan permukiman dan pertokoan. Seluruh bangunan kini sudah rata dengan tanah akibat gempuran pasukan Israel selama 15 bulan. Termasuk kediaman Shaqaleh.

Baca juga : Peringati Bulan K3, Inilah Cara Nawakara Tingkatkan Keamanan Di Tempat Kerja

“Saya memang khawatir dengan keamanan keluarga dan anak-anak. Tapi saya lebih takut tidak dapat kembali ke tanah kelahiran saya,” ujar Shaqaleh.

Warga Palestina khawatir, rencana Trump akan menjadi nakba (malapetaka) kedua seperti pada 1948, saat rakyat Palestina mengalami pengusiran massal dengan berdirinya Israel.

Baca juga : Hati-hati, Pesta Kembang Api Bisa Sulut Kebakaran

Di bawah skema Trump, sekitar 2,2 juta warga Palestina di Gaza akan dimukimkan kembali di tempat lain. Lalu, AS akan mengambil kendali dan kepemilikan wilayah pesisir tersebut, mengembangkannya kembali menjadi “Riviera Timur Tengah”.

“Ide untuk menjual rumah atau sebidang tanah yang saya miliki kepada perusahaan asing untuk meninggalkan Tanah Air dan tidak pernah kembali, tidak akan pernah saya terima,” tegas Shaqaleh.

Baca juga : 38 Tahun Menanti, Warga Kebon Kosong Akhirnya Bisa Nikmati Layanan PAM Jaya

Warga Gaza juga mengecam ancaman Trump soal kekacauan akan terjadi dan menyebut Gaza bakal seperti neraka, jika para sandera Israel yang tersisa tidak dibebaskan Hamas.

Sebelumnya, Senin (10/2/2025), Hamas menunda pembebasan sandera karena Israel melanggar kesepakatan gencatan senjata.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.