Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Donald Trump optimistis perang antara Rusia dan Ukraina yang berlangsung sejak 24 Februari 2022 akan segera berakhir. Presiden Amerika Serikat (AS) itu merasakan kesan itu usai berbicara terpisah lewat telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Rabu (12/2/2025).
Dilansir Korea Times, Kamis (13/2/2025), Trump telah menugaskan pejabat terkait untuk mengurus proses perdamaian antara Rusia-Ukraina.
"Saya baru saja berbicara dengan Presiden Zelensky. Dia, seperti Presiden Putin, ingin menciptakan perdamaian. Saya juga mau damai," ujar Trump di Truth Social, dilansir AFP, Kamis (13/2/2025).
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga mendapat kabar, Rabu (12/2/2025), Kiev setuju mengurungkan niatnya bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Niat tersebut yang menjadi sumber pertikaian dua negara bertetangga ini.
Baca juga : Trump Dan Putin Teleponan 1,5 Jam, Rencana Ketemuan Di Arab Saudi
"Saya dan Putin juga sepakat agar tim kami masing-masing segera memulai negosiasi, dan kami akan mulai dengan menghubungi Presiden Zelensky," ujar imbuh Trump di Truth Social.
Trump juga menambahkan, Zelensky akan bertemu dengan Wakil Presiden AS JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio di Munich Security Conference, Jerman, Jumat (14/2/2025).
Selain Menlu Marco Rubio, Trump menugaskan Direktur CIA John Ratcliffe, Penasihat Keamanan Nasional Michael Waltz, dan Duta Besar sekaligus Utusan Khusus untuk Timur Tengah Steve Witkoff untuk memimpin negosiasi perdamaian.
"Jutaan orang telah tewas dalam perang yang tidak akan terjadi jika saya menjadi Presiden, tetapi itu memang terjadi, jadi itu harus diakhiri. Tidak boleh ada lagi nyawa yang hilang!" tegas Trump.
Baca juga : Hasnur Group Komit Genjot Kinerja Dan Inovasi Di 2025
Terpisah, Moskow mengatakan, Putin dan Trump telah sepakat untuk bertemu. Dan, Putin telah mengundang Trump untuk mengunjungi Moskow. Namun Trump mengatakan, pertemuan pertama mereka mungkin akan segera berlangsung di Arab Saudi.
Sedangkan Zelensky mengatakan, telah melakukan perbincangan bermakna dengan Trump.
"Saya melakukan percakapan dengan @POTUS (akun Twitter Presiden AS,Red). Kami berbicara tentang peluang untuk mencapai perdamaian, membahas kesiapan kami untuk bekerja sama... dan kemampuan teknologi Ukraina... termasuk pesawat nirawak dan industri canggih lainnya," tulis Zelensky di akun X.
Mengutip Reuters, ada spekulasi bahwa kedua pemimpin tersebut dapat bertemu di negara ketiga, seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).
Baca juga : Ini 3 Pemain Yang Selangkah Lagi Jadi WNI
Negara-negara Eropa, termasuk Inggris, Perancis dan Jerman, mengatakan bahwa mereka juga harus menjadi bagian dari negosiasi masa depan mengenai nasib Ukraina.
Mereka menekankan, hanya perjanjian yang adil dengan jaminan keamanan yang akan menjamin perdamaian abadi. Mereka menyatakan siap meningkatkan dukungan terhadap Ukraina dan menempatkannya pada posisi yang kuat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya