Dark/Light Mode

Mau Damaikan Rusia & Ukraina

Trump Kebut Gencatan Senjata Sebelum Paskah

Selasa, 18 Februari 2025 04:45 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto Andrew Harnik/ Getty Images)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto Andrew Harnik/ Getty Images)

 Sebelumnya 
Moskow juga menggarisbawahi tidak akan menerima pembekuan permusuhan sementara, seperti Perjanjian Minsk, dan bersikeras pada solusi permanen yang mengatasi akar penyebab konflik.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang bertemu dengan Wakil Presiden AS JD Vance di acara Munich Security Conference, Jerman, mengatakan, Ukraina tidak diundang dalam perundingan di Arab Saudi. Kiev tidak akan bekerja sama dengan Rusia sebelum berkonsultasi dengan mitra strategis.

Baca juga : Siapa Yang Berhak Menentukan Sesatnya Sebuah Aliran?

Beberapa hari sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Trump mengadakan percakapan telepon dalam interaksi pertama sejak eskalasi konflik Ukraina pada 24 Februari 2022. Kedua pemimpin itu diperkirakan akan bertemu di Arab Saudi pada akhir bulan ini.

Putin sebelumnya menekankan bahwa Moskow tidak pernah menghindar dari pembicaraan damai. Namun, dia menekankan bahwa pembicaraan itu harus didasarkan pada ketentuan yang sebelumnya disepakati di Istanbul, Turki, pada 2022, yang dimodifikasi untuk “realitas teritorial di lapangan.”

Baca juga : Mau Relokasi Warga Gaza, Trump Dilawan China

Rusia telah menuntut agar Ukraina menjalankan netralitas, demiliterisasi denazifikasi dan tetap bebas dari senjata nuklir. Departemen Luar Negeri AS tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait rencana perundingan di Saudi.

Trump telah berulang kali berjanji segera mengakhiri perang Ukraina. Sebelumnya, Menlu AS Marco Rubio juga telah berbicara dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov pada Sabtu (15/2/2025). Mereka sepakat melakukan kontak rutin guna mempersiapkan pertemuan antara Putin dan Trump.

Baca juga : Hamas Tunda Bebaskan Sandera, Trump Frustrasi

Zelensky mengatakan, akan mengunjungi Uni Emirat Arab, Arab Saudi dan Turki. Namun, dia tidak berencana bertemu pejabat AS atau Rusia selama kunjungan tersebut.

Moskow menguasai seperlima wilayah Ukraina dan telah maju perlahan di wilayah timur selama berbulan-bulan. Sementara pasukan Kiev yang lebih kecil, bergulat dengan kekurangan jumlah pasukan dan mencoba mempertahankan sebagian wilayah di Rusia barat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.