Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Israel Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata
Hamas Tunda Bebaskan Sandera, Trump Frustrasi
Rabu, 12 Februari 2025 04:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kelompok Hamas akan menunda pembebasan sandera Israel karena pelanggaran kesepakatan gencatan senjata. Pembebasan sandera Israel gelombang keenam akan berlangsung, Sabtu (15/2/2025). Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump frustrasi dengan keinginan Hamas.
Juru Bicara Brigade Izzuddin Al Qassam Abu Obeida mengatakan, para sandera akan tetap dalam penahanan, sampai penjajah Israel mematuhi kewajiban kesepakatan gencatan senjata, serta memberikan kompensasi secara retroaktif.
Baca juga : PM Israel: Negosiasi Gencatan Senjata Gaza Jilid 2 Dimulai 3 Februari
Pembebasan sandera Israel ditangguhkan sampai pemberitahuan lebih lanjut. Abu Obeida mengatakan, Israel melanggar beberapa kesepakatan gencatan senjata.
“Selama 3 pekan terakhir, pimpinan perlawanan memantau pelanggaran musuh dan ketidakpatuhan mereka terhadap ketentuan perjanjian,” katanya, seperti diberitakan Al Jazeera, Selasa (11/2/2025).
Baca juga : Prabowo & Raja Malaysia Harap Gencatan Senjata Wujudkan Perdamaian Abadi
Pelanggaran tersebut, di antaranya menunda pemulangan para pengungsi ke Gaza Utara, menembaki warga di berbagai wilayah dan gagal memberi izin masuk bahanbahan bantuan dalam segala bentuk sebagaimana disepakati. Sementara, Hamas telah memenuhi semua kewajiban dalam kesepakatan.
Dia menegaskan kembali komitmen Hamas mematuhi semua ketentuan perjanjian selama penjajah Israel juga menaatinya.
Baca juga : Sandera Dibebaskan, Warga Gaza Berpelukan Dan Menangis
Israel dan Hamas telah melakukan lima kali pertukaran tahanan sejak gencatan senjata tahap pertama berlaku mulai 19 Januari lalu. Hamas telah membebaskan 21 sandera Israel dan lebih dari 730 tahanan Palestina dibebaskan.
Pertukaran berikutnya dijadwalkan pada Sabtu (15/2/2025). Tiga sandera Israel akan dibebaskan sebagai imbalan ratusan tahanan Palestina.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya