Dark/Light Mode

Trump & Putin Mau Ketemu Bahas Stop Perang Ukraina

Pemimpin Eropa Gelar Rapat Darurat Di Paris

Rabu, 19 Februari 2025 04:34 WIB
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin meninggalkan konferensi pers di Istana Kepresidenan di Helsinki, Finlandia, pada 16 Juli 2018. (Foto Pablo Martinez Monsivais/AP)
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin meninggalkan konferensi pers di Istana Kepresidenan di Helsinki, Finlandia, pada 16 Juli 2018. (Foto Pablo Martinez Monsivais/AP)

 Sebelumnya 
Ketika ditanya apakah dia yakin Putin ingin merebut seluruh wilayah Ukraina, Trump mengaku telah menanyakan pertanyaan yang sama kepada mitranya dari Rusia itu.

Jika Rusia tidak mau menghentikan perang, menurut Trump, itu juga akan menjadi masalah besar bagi AS.

Baca juga : Trump Minta Mineral Tanah Jarang Ukraina Sebagai Imbalan Bantuan AS

Menlu Marco Rubio kembali menegaskan, Presiden AS telah melakukan pembicaraan telepon dengan Pemimpin Kremlin. Saat ditelepon Trump, Putin telah menyatakan keinginannya berdamai. Tetapi diplomat tinggi AS itu memperingatkan bahwa konflik tersebut tidak akan dapat diselesaikan dalam semalam.

“Itu harus ditindaklanjuti. Beberapa pekan ditentukan apakah ini serius atau tidak,” kata Rubio dalam sebuah wawancara dengan CBS’s Face the Nation, Minggu (16/2/2025).

Baca juga : Perkuat Bilateral Perdagangan, Dubes Iwan Bogananta Resmikan Konsulat Kehormatan RI Di Bulgaria

“Satu panggilan telepon tidak akan menghasilkan perdamaian. Satu panggilan telepon tidak akan menyelesaikan perang serumit ini,” imbuhnya.

Merespons rencana AS dan Rusia, para pemimpin Eropa menyelenggarakan rapat dadakan di Paris pada Senin. Dilansir Reuters, pertemuan ini diinisiasi Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Baca juga : Jakarta Darurat Pos Dan Petugas Damkar

Para pemimpin Eropa membahas peningkatan anggaran untuk mendongkrak kemampuan pertahanan benua itu. Selain itu, juga dibahas pengerahan pasukan penjaga perdamaian ke Ukraina.

Rencana mengirim pasukan tersebut masih dalam pembahasan lebih lanjut. Sebab, hal itu berisiko meningkatkan eskalasi dan membebani pasukan Eropa.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.