Dark/Light Mode

Rencana AS Stop Perang, Makin Runyam

Trump Tuding Zelensky Diktator, Eropa Meradang

Jumat, 21 Februari 2025 04:30 WIB
Presiden AS Donald Trump (kanan) bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Trump Tower pada 27 September 2024. (Foto Julia Demaree Nikhinson/AP Photo)
Presiden AS Donald Trump (kanan) bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Trump Tower pada 27 September 2024. (Foto Julia Demaree Nikhinson/AP Photo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuding Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai diktator. Trump bahkan menyebut perang Rusia-Ukraina adalah perang yang tidak dapat dimenangkan.

Trump melontarkan pesan tersebut di platform media sosial di X (dulunya Twitter), Truth Social, Rabu (19/2/2025). Tidak sampai di situ, Trump juga menyalahkan Zelensky karena memaksa AS menggelontorkan ratusan miliar dolar dalam perang dengan Rusia.

Baca juga : Andra Soni Gelar Makan Siang Gratis Di Kantor Gerindra Banten

“Coba bayangkan, seorang komedian yang cukup sukses, Volodymyr Zelensky, membujuk Amerika Serikat menghabiskan 350 miliar dolar AS (sekitar Rp 5,7 triliun) untuk terlibat dalam perang yang tidak dapat dimenangkan, yang tidak perlu dimulai,” tulis Trump, dikutip Al Jazeera, Kamis (20/2/2024).

Komentar pedas Trump terus berlanjut. Dia menyindir Zelensky memiliki motif tersembunyi untuk menginginkan Ukraina terus berjuang demi wilayahnya. Trump menuding Zelensky sengaja menghindari Pemilihan Umum di Ukraina pada masa perang.

Baca juga : Soal Rencana Akhiri Perang, Ukraina Sambut Baik Pesan Kuat Trump Untuk Putin

Ucapan Trump yang menyebut Zelensky diktator, diulanginya lagi pada pertemuan puncak Future Investment Initiative (FII) Institute di Miami, Florida, AS. Pebisnis real estate itu mengatakan, Zelensky telah melakukan pekerjaan buruk yang membuat negaranya hancur dan jutaan orang meninggal sia-sia.

“Zelensky sebaiknya bergerak cepat atau dia tidak akan punya negara lagi. Karena perang itu menuju ke arah yang salah,” ucap Trump di atas panggung.

Baca juga : Kebakaran Hutan Makin Ganas, Los Angeles seperti Neraka

Sindiran Trump bukan tanpa alasan. Komentar pedasnya ini dia layangkan karena Zelensky menudingnya terpengaruh dengan informasi palsu yang dibuat Rusia.

Trump merasa selangkah lebih dekat untuk mengakhiri perang di wilayah itu. Dibandingkan Zelensky, pemimpin Eropa, maupun rivalnya dahulu Joe Biden, Trump merasa berhasil masuk untuk bernegosiasi langsung dengan pemimpin Rusia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.