Dark/Light Mode

Di Tengah Kondisi Kritis, Paus Fransiskus Minta Terus Didoakan

Minggu, 23 Februari 2025 21:34 WIB
Paus Fransiskus (Foto: Instagram)
Paus Fransiskus (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Paus Fransiskus (88) yang saat ini tengah kritis akibat penyakit pneumonia ganda di RS Gemelli Roma, Italia meminta umat Katolik untuk terus mendoakan kesembuhannya.

Dalam pesan yang dirilis pada Minggu (23/2/2025), atau sehari setelah Vatikan mengumumkan dirinya berada dalam kondisi kritis, Paus mengaku percaya diri melanjutkan rawat inapnya di rumah sakit, dan menerima treatment yang diperlukan.

Paus yang telah dua kali absen menyampaikan doa Angelus setiap hari Minggu, mengucapkan terima kasih kepada para dokter dan petugas kesehatan di rumah sakit, dan simpatisan yang telah mengirimkan pesan doa.

“Dalam beberapa hari terakhir, saya telah menerima banyak pesan kasih sayang. Saya tersentuh oleh surat-surat dan gambar-gambar dari anak-anak," tulis Paus, seperti dilansir BBC.

Baca juga : Vatikan: Kondisi Paus Kritis, Perlu Oksigen Tambahan Dan Transfusi Darah

"Terima kasih atas kedekatan ini, dan atas doa-doa penghiburan yang telah saya terima dari seluruh dunia! Saya mempercayakan kalian semua kepada perantaraan Maria, dan saya meminta kalian untuk mendoakan saya," lanjutnya.

Para simpatisan terus berdoa di luar rumah sakit. Puluhan orang terlihat menyalakan lilin dan meletakkannya di kaki patung mendiang Paus Yohanes Paulus II.

Paus Fransiskus pertama kali dirawat di RS Gemelli Roma pada 14 Februari, setelah mengalami kesulitan bernapas selama beberapa hari.

Paus sangat rentan terhadap infeksi paru-paru, karena mengalami radang selaput dada (radang di sekitar paru-paru) saat dewasa. Ditambah lagi, dia juga pernah menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru pada usia 21 tahun.

Baca juga : Lestari Moerdijat: Kemampuan Literasi Generasi Muda Harus Ditingkatkan

Selama 12 tahun menjabat pemimpin gereja Katolik Roma, Paus asal Argentina itu telah beberapa kali dirawat di rumah sakit. Termasuk, pada Maret 2023, ketika dia dirawat di rumah sakit selama tiga malam karena bronkitis.

Vatikan merilis pernyataan harian terkait kondisi Paus, atas permintaan yang bersangkutan. Nada dan panjang pengumuman tersebut bervariasi.  Kadang membuat para pengamat Paus mencoba membaca yang tersirat.

Dalam keterangannya pada Sabtu (22/2/2025), Vatikan menggambarkan pemimpin Katolik Roma itu terlihat cukup waspada dan menghabiskan hari di kursi berlengan. Namun, dia belum lepas dari bahaya. Paus disebut lebih tidak sehat dibanding hari Jumat (21/2/2025).

Dijelaskan pula, Paus membutuhkan transfusi darah karena jumlah trombositnya rendah. Hal ini disebut sangatterkait dengan anemia. Selain itu, Paus juga disebut memerlukan oksigen beraliran tinggi.

Baca juga : Kondisi Paus Fransiskus Membaik Di Hari Ke-7 Perawatan

Tim dokter yang merawat Paus menjelaskan, tubuh Paus merespons pengobatan. Hanya saja, kondisinya rumit. Perubahan keadaan sekecil apa pun akan mengganggu apa yang disebut sebagai keseimbangan yang rapuh.

"Dia memang Paus, tetapi dia juga seorang manusia," kata salah satu dokter.

Dalam pesannya pada Minggu (23/2/2025), Paus juga menyoroti peringatan tiga tahun perang di Ukraina pada Senin (24/2/2025) besok. Dia meminta dunia mengingat semua korban konflik bersenjata dan berdoa memohon anugerah perdamaian di Palestina, Israel, dan di seluruh Timur Tengah, Myanmar, Kivu, dan Sudan.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.