Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Diiming-Imingi AS Keringanan Sanksi
Rusia-Ukraina Sepakat Hentikan Saling Serang
Kamis, 27 Maret 2025 04:05 WIB
Sebelumnya
Hasil pembicaraan AS-Rusia, antara lain AS akan membantu memulihkan akses Rusia ke pasar ekspor pertanian dan pupuk dunia, menurunkan biaya asuransi maritim, serta meningkatkan akses ke pelabuhan dan sistem pembayaran untuk transaksi serupa.
Kremlin mengatakan, perjanjian Laut Hitam tidak akan berlaku, kecuali hubungan antara beberapa bank Rusia dan sistem keuangan internasional dipulihkan.
Dalam pembicaraan AS-Ukraina, kedua belah pihak menegaskan kembali komitmen AS untuk membantu merealisasikan pertukaran tawanan perang, pembebasan tahanan sipil dan pemulangan anak-anak Ukraina yang dipindahkan secara paksa.
Baca juga : Gandeng Aliansi Mahasiswa, Polantas Jakarta Bagikan Takjil
Meski demikian, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pesimistis Rusia bakal mematuhi kesepakatan awal ini. Dia curiga Rusia akan memberikan syarat tambahan untuk menggagalkan kesepakatan damai.
Zelensky menyatakan, gencatan senjata akan segera berlaku dan jika Rusia melanggarnya, dia akan meminta Trump memberlakukan sanksi tambahan dan meningkatkan pasokan senjata ke Ukraina.
“Kami tidak percaya pada Rusia, tapi kami akan bekerja sama demi mencapai perdamaian,” janjinya.
Baca juga : Lindungi UMKM, Menteri Maman Bakal Bentuk Satgas
Menteri Pertahanan Ukraina Rustem Umerov mengungkapkan, Kiev akan menganggap setiap pergerakan kapal militer Rusia di luar bagian timur Laut Hitam sebagai pelanggaran dan ancaman. Dalam kasus itu, Ukraina berhak membela diri.
Sepanjang konflik, Rusia memang sering menyerang infrastruktur energi Ukraina menggunakan rudal dan drone, dengan dalih fasilitas sipil tersebut mendukung upaya perang Kiev. Sebagai balasan, Ukraina mengintensifkan serangan jarak jauh ke kilang minyak dan gas Rusia yang menjadi sumber pendanaan dan pasokan bahan bakar militer negara itu.
Kecurigaan serupa juga disampaikan Rusia. Moskow menuduh Ukraina tidak akan mengikuti ajakan damai dan akan minta tambahan senjata ke AS dan Eropa.
Baca juga : Dukung Ketahanan Pangan, Eddy Soeparno Buka Rangkaian Bazaar Murah Serentak
“Rusia butuh jaminan konkret. Mengingat kebiasaan Kiev, kami ingin jaminan penuh dari Washington bahwa Ukraina akan mematuhi kesepakatan ini,” tegas Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dikutip Channel News Asia, Rabu (26/3/2025).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya