Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dubes Prancis Dan LPDP Kerja Sama Beasiswa PhD, Target 50 Penerima Per Tahun
Jumat, 28 Maret 2025 13:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Prancis memperkuat kerja sama pendidikan dengan Indonesia melalui penandatanganan LPDP-France PhD Joint Scholarship Programme di kantor pusat LPDP, Jakarta, Rabu (26/3/2025).
Penandatanganan dilakukan oleh Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, dan Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto, disaksikan Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, serta jajaran LPDP.
Baca juga : Gubernur Pram Pastikan 707.622 Anak Terima KJP Tahun Ini
“Dengan kesepakatan baru ini, hanya setahun setelah peluncuran Program Magister LPDP-Prancis, kedua negara menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan mobilitas mahasiswa dan kerja sama penelitian,” ujar Menlu Barrot dalam keterangan resmi Kedutaan Besar Prancis di Jakarta.
Program ini membuka peluang bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh studi doktoral di universitas-universitas terbaik di Prancis dengan kuota hingga 50 penerima beasiswa per tahun dan durasi studi maksimal empat tahun.
Baca juga : Dubes Swedia Daniel Blockert Jajaki Potensi Kerja Sama Dengan UI
Seleksi penerima beasiswa akan dimulai April 2025, dengan perkuliahan dimulai Oktober 2025. Persyaratan bahasa pun lebih fleksibel, dengan minimal IELTS 6.0, TOEFL iBT 61, atau DELF B2.
Selain itu, batas usia maksimal 47 tahun memberikan kesempatan lebih luas bagi akademisi dan peneliti berpengalaman.
Baca juga : Dubes Kanada Jess Dutton Ke Sulsel, Kerja Sama Pendidikan & Ekonomi
Sebelumnya, program LPDP telah membuka akses ke delapan universitas terbaik di Prancis, seperti Université PSL, Sorbonne University, dan Institut Polytechnique de Paris.
Kini, dengan 16 bidang studi khusus, mahasiswa bisa memilih kampus lebih beragam, termasuk hukum di Université Paris 1 Panthéon-Sorbonne hingga politik di Sciences Po Paris.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya