Dark/Light Mode

Peringati 70 Tahun Konferensi Asia Afrika

Negara Global South Mesti Bebas Tekanan

Sabtu, 19 April 2025 04:05 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Arif Havas Oegroseno di Auditorium Prof. Dr. Hasjim Djalal, Sekretariat FPCI, Jakarta,Kamis (17/4/2025). (Foto Tangkapan Layar YouTube FPCI)
Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Arif Havas Oegroseno di Auditorium Prof. Dr. Hasjim Djalal, Sekretariat FPCI, Jakarta,Kamis (17/4/2025). (Foto Tangkapan Layar YouTube FPCI)

 Sebelumnya 
Sebagai informasi, istilah Global South merujuk pada negara-negara yang terletak di belahan bumi selatan, terutama di Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Namun, istilah ini tidak hanya merujuk pada lokasi geografis. Tetapi juga pada karakteristik sosio-ekonomi dan politik yang membedakan negara-negara ini dari negara-negara maju di belahan bumi utara.

“Solidaritas dan kerja sama antarnegara Global South merupakan hal penting untuk membangun posisi tawar yang kuat dalam menghadapi tekanan investor besar dan ketimpangan kontrak global,” jelasnya.

Baca juga : Peringati Hari Hutan Sedunia, Pertamina Perkuat Program Hutan Lestari

Dia melihat negara-negara berkembang seringkali dihadapkan pada ketidakseimbangan kekuasaan saat melakukan negosiasi dengan perusahaan multinasional dari negara maju. Ketimpangan tersebut membuat banyak kontrak menjadi tidak adil, merugikan negara tuan rumah dalam jangka panjang.

Havas menceritakan bagaimana Indonesia pernah membantu negara sahabat di Afrika menyusun strategi kontrak investasi dengan investor asing. Pendampingan semacam ini, menurutnya, bisa menjadi model kerja sama Global South yang konkret dan berdampak.

Baca juga : PMI Berangkatkan 7 Ton Bantuan Untuk Korban Gempa Di Myanmar Dari Bandara Soetta

“Kita tidak bicara soal bantuan keuangan. Tidak bicara soal siapa yang lebih besar. Ini soal kepercayaan, jaringan dan berbagi pengalaman,” tegasnya.

Pendiri FPCI Dino Patti Djalal menyatakan, semangat KAA yang dikenal juga dengan Bandung Spirit, semakin relevan dalam menghadapi dunia yang sedang huru hara.

Baca juga : Retno Marsudi Ingatkan Krisis Air Global Kian Gawat, Dibutuhkan Kerja Sama Dunia

“Semangat Bandung adalah semangat tentang kerja sama, kebutuhan untuk keadilan, saling menghormati, tidak menggunakan kekuasaan, menghormati kedaulatan dan integritas teritorial,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.