Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
3 Perwira TNI AU Jadi Top Graduate Pelatihan Khusus Di AS
Rabu, 23 April 2025 20:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tiga perwira TNI Angkatan Udara (TNI AU) menjadi lulusan terbaik program pelatihan khusus di tiga institusi militer Amerika Serikat (AS).
Mereka adalah Instruktur Penerbang di Pangkalan Udara Adi Sucipto Yogyakarta, Kapten Pnb I Putu S Kedaton, Kepala Bengkel Komponen di Satuan Pemeliharaan 33 Malang Jawa Timur, Lettu Tek Riszi Bagus Prasetyo, dan Kepala Sub Seksi Kualitas Produksi Satuan Pemeliharaan 23 di Jakarta, Kapten Lek Stella Wardhany.
Dikutip dari pernyataan Kedutaan Besar AS di Indonesia, Rabu (23/4/2025), ketiga perwira ini lulus dengan hasil maksimal dan membanggakan sebagai top graduate sekaligus mendapat pengalaman untuk meningkatkan keahlian teknis, memperluas wawasan, memperoleh pengetahuan berharga dan juga bekerja sama dengan rekan-rekan dari militer AS
Putu yang mengikuti program pelatihan di Squadron Officer School (AETC), Maxwell Air Force Base, Alabama mengaku diajarkan pola belajar yang baik sebagai perwira Angkatan Udara.
Baca juga : Kemenag Kirim 20 Dai dan Daiyah Ikut Pelatihan Dakwah di UAE
Selain memperdalam pengetahuan di bidang penerbangan, Putu juga mempelajari seni mengajar dan komunikasi efektif. Ilmu dan keterampilan tersebut, kini dia terapkan sebagai instruktur dalam membimbing generasi baru pilot TNI AU.
"Cara mereka untuk berkomunikasi adalah dengan mengajak saya berbicara saat terjadi diskusi,” terang Putu.
Riszi mengikuti pelatihan di Sheppard Air Force Base, Texas, dari pada September hingga Desember 2024. Menurut Riszi, dia mempelajari sistem kelistrikan dan lingkungan pesawat, khususnya untuk pesawat buatan AS seperti Hercules C-130 dan F-16. Hal yang paling berkesan baginya adalah kedisiplinan yang ditunjukkan rekan-rekan sekelasnya.
Sedangkan Stella, mengikuti program Precision Measurement Equipment Lab di Keesler Air Force Base, Mississippi. Dia mengaku, pelatihan di AS memberinya keahlian khusus di bidang sistem kalibrasi pesawat. Menurutnya, hal tersebut merupakan pengalaman yang menyenangkan.
Baca juga : Sultan Minta Pelindo II Atasi Pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai Skala Penuh
"Sangat menyenangkan. Pada saat terjadi kesulitan memahami materi, instruktur dan siswa membantu dengan merancang permainan supaya kami lebih memahami materi," terangnya.
Stella berpesan kepada anak-anak muda di Indonesia untuk terus belajar dan berpikir lebih terbuka.
Pemerintah AS mensponsori sekitar 200 personel militer Indonesia. Baik dari TNI AD, AL, dan AU untuk mengikuti program pelatihan di berbagai institusi di Negeri Paman Sam setiap tahunnya.
Serangkaian program tersebut memberikan keahlian teknis, keterampilan kepemimpinan, dan pengalaman lintas budaya yang berharga untuk memperkuat kapabilitas pertahanan Indonesia.
Baca juga : Periksa Ahmad Ali di Polres Banyumas, Ini Alasan KPK
Disebutkan pula bahwa kesempatan itu sekaligus menjadi salah satu cara AS dan Indonesia untuk terus memperkuat kemitraan pertahanan yang berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya