Dark/Light Mode

Saling Serang Gara-gara Krisis Kashmir

Analis: India-Pakistan Hindari Perang Nuklir

Kamis, 8 Mei 2025 04:05 WIB
Puing-puing pesawat tergeletak di kompleks masjid di Pampore di distrik Pulwama di Kashmir yang dikuasai India, Rabu (7/5/2025). (Foto Daryasin/AP)
Puing-puing pesawat tergeletak di kompleks masjid di Pampore di distrik Pulwama di Kashmir yang dikuasai India, Rabu (7/5/2025). (Foto Daryasin/AP)

RM.id  Rakyat Merdeka - India dengan Pakistan terang-terangan melakukan serangan militer. Situasi ini menambah ketegangan antara dua negara bersenjata nuklir, yang terus menjadi perhatian dunia.

Militer Pakistan mengklaim telah menembak jatuh pesawat tempur Angkatan Udara India, Rabu (7/5/2025). Hal ini terjadi setelah India menyerang negara itu.

Baca juga : India & Pakistan Diminta Cari Solusi Lewat Dialog

Juru Bicara Militer Pakistan Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry mengatakan, sejauh ini ada dua jet tempur India yang ditembak jatuh. Laporan ini dirilis tak lama setelah India mengklaim menyerang sembilan titik di Pakistan.

Hal ini sebagai buntut serangan kelompok bersenjata di resor pegunungan Pahalgam, Kashmir, India, yang menewaskan 26 turis pada 22 April 2025. India menuding kelompok bersenjata tersebut dibekingi Pakistan, sebagai rangkaian dari niatan Islamabad untuk mengklaim wilayah Kashmir sebagai bagian dari kedaulatannya.

Baca juga : India Dan Pakistan Saling Balas Langkah Diplomatik

Pakistan telah menolak tudingan ini dan meminta investigasi yang netral atas serangan tersebut.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak kedua negara tersebut segera berdamai sebelum dampaknya makin meluas. Tentang aksi saling serang itu, Trump sangat menyayangkan.

Baca juga : Hidupkan Semangat Kartini, Ini Cara Pertamina Berdayakan Perempuan Bangun Ekonomi Desa

“Sungguh memalukan. Saya hanya berharap ini segera berakhir,” tegas Trump.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.