Dark/Light Mode

AS-China Ketemuan Di Jenewa, Trump Bakal Pangkas Tarif Hingga 80 Persen?

Sabtu, 10 Mei 2025 17:12 WIB
Presiden AS Donald Trump (Foto: Instagram)
Presiden AS Donald Trump (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China telah dimulai di Jenewa, Swiss, Sabtu (10/5/2025).

Menurut laporan CCTV, dalam pertemuan tersebut, kubu China dipimpin Wakil Perdana Menteri He Lifeng. Sementara pihak AS, dikomandoi Menteri Keuangan Scott Bessent.

Baca juga : AS-China Mau Ketemuan Pekan Ini, Bahas Upaya Turunkan Tensi Perang Dagang

Langkah tersebut dinilai sebagai tanda awal mencairnya perang dagang yang dipicu oleh tarif besar-besaran Presiden Donald Trump.

Bessent menyebutnya sebagai langkah penting dalam negosiasi. Meski dia mengimbau publik untuk tak terlalu mengharapkan adanya kesepakatan perdagangan besar dari pertemuan.

Baca juga : Tunda Pemberlakuan Tarif Impor, Trump Baik ke Kita, Masih Sewot ke China

Saat ini, AS telah menempatkan tarif minimum 145 persen pada sebagian besar  barang impor asal China. Negeri Tirai Bambu itu pun membalasnya dengan tarif 125 persen untuk mayoritas produk impor AS.

Akibatnya, menurut laporan para ahli logistik, perdagangan antara kedua belah pihak menurun tajam. Mengurangi tarif itu hingga setengahnya pun diyakini belum cukup untuk mengubah tingkat perdagangan secara signifikan.

Baca juga : Pasar Keuangan Asia Pasifik Bangkit Setelah Trump Tangguhkan Tarif Impor Baru

Melansir CNN International, para ekonom mengatakan, tarif 50 persen adalah ambang batas make-or-break untuk kembalinya bisnis kedua negara ke posisi yang mendekati normal.

Jumat (9/5/2025), beberapa jam setelah pejabat perdagangan AS berangkat ke Swiss, Trump melayangkan kemungkinan memangkas tarif impor untuk China menjadi 80 persen. Serta menuntut negara tersebut membuka pasarnya ke AS.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.