Dewan Pers

Dark/Light Mode

Khamenei dan Trump Perangnya di Dunia Maya

Minggu, 19 Januari 2020 06:04 WIB
Khamenei dan Trump Perangnya di Dunia Maya

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terlibat perang di dunia maya dengan pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Keduanya saling ejek di Twitter. Perang kata-kata ini berawal dari khutbah Jumat yang disampaikan Khamenei.

Pada kesempatan itu, dia menyebut Trump sebagai badut. Dia juga menyebut negara-negara Eropa seperti Inggris, Prancis, dan Jerman sebagai antek AS. Khamenei juga menggambarkan kesyahidan Qasem Soleimani dan pembalasan Iran terhadap AS sebagai tindakan Tuhan, bukan manusia. Dia juga memberikan restu Garda Revolusi melakukan pembalasan.

“Apa yang terjadi bukanlah karya aktor manusia mana pun, hanya tangan Tuhan. Hari di mana rudal Garda Revolusi Iran menghujani pangkalan Amerika, itu juga hari Yang Mahakuasa. Kami melihat sejarah sedang dibuat,” ujarnya.

Berita Terkait : Kerajaan Palsu Menyindir Kita

Di hari yang sama, Khamenei melalui akun Twitter @Khamenei_ir membalas cuitan Trump yang diunggah di akun @realDonaldTrump seraya meng-capture pernyataan Trump. Menurut dia, Pemerintah AS yang jahat terus berulang kali mengatakan mereka berdiri di belakang penduduk Iran, padahal berbohong.

“Jika Anda berdiri dekat masyarakat Iran, itu hanya untuk menusuk mereka di jantung dengan belati berbisa Anda. Tentu saja, sejauh ini Anda gagal melakukannya, dan Anda pasti akan terus gagal,” cuit Khameni.

Mengetahui cuitan ini, Trump langsung meradang. Ia membalas cuitan Khamenei lewat akun Twitter-nya @realDonaldTrump. “Ia yang disebut Pemimpin Agung Iran, tak terlihat Agung akhir-akhir ini, hal buruk ia katakan tentang Amerika Serikat dan Eropa. Ekonomi mereka hancur, dan rakyatnya menderita. Ia harus sangat berhati-hati dengan kata-katanya!” tulis Trump.

Berita Terkait : Khamenei: Tangan Tuhan Sukseskan Serangan ke Pangkalan Militer AS

Tak puas dengan cuitan itu, Trump kembali membalas Khamenei dengan dua cuitan. Pertama dalam bahasa Inggris dan kedua dalam bahasa Persia yang memiliki arti yang sama. “Orang-orang mulia Iran, yang mencintai Amerika, pantas mendapatkan pemerintah yang lebih tertarik untuk membantu mereka mencapai impian mereka daripada membunuh mereka karena menuntut rasa hormat. Alih-alih memimpin Iran menuju kehancuran, para pemimpinnya harus meninggalkan teror dan membuat Iran hebat lagi!” cuit Trump, pedas.

Eskalasi ketegangan antara AS dan Iran bermula dari kematian Soleimani dalam serangan pesawat tak berawak AS. Militer Iran membalas dengan meluncurkan rudal balistik di pangkalan militer AS di Irak.

Situasi semakin runyam saat secara tidak sengaja, militer negeri para Mullah ini menembak jatuh pesawat penumpang komersil Ukraina di dekat Teheran, yang menewaskan 176 warga sipil. [FAQ]

Berita Terkait : Kemendag Kerek Ekspor ke Polandia