Dark/Light Mode

Soal Rencana Hadiah Jet Mewah Dari Qatar, Trump: Bodoh Kalau Tak Mau Terima

Selasa, 13 Mei 2025 11:50 WIB
Presiden AS Donald Trump (Foto: Instagram @potus)
Presiden AS Donald Trump (Foto: Instagram @potus)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tak senang, karena rencananya menerima hadiah jet 747-8 mewah senilai 400 juta dolar AS atau setara Rp 6,63 triliun dari Qatar, untuk digunakan sebagai pesawat kepresidenan Air Force One dipersoalkan. Baik dari segi etika ataupun keamanan.

Trump bahkan menyebutnya sebagai tindakan bodoh, jika AS tak mau menerima hadiah seperti itu.

"Itu adalah isyarat yang luar biasa," kata miliarder berusia 78 tahun itu kepada wartawan di Gedung Putih, Senin (12/5/2025), seperti dilansir AFP.

"Saya tidak akan pernah menolak tawaran semacam itu. Maksud saya, saya bisa menjadi orang bodoh dengan berkata 'tidak, kami tidak menginginkan pesawat gratis yang sangat mahal,” kata Trump.

Trump menanggapi dengan sangat marah, ketika ditanya apakah ia akan menggunakan jet tersebut untuk keperluan pribadi, setelah kelak meninggalkan jabatan presiden.

"Anda seharusnya malu menanyakan pertanyaan itu," kata Trump kepada seorang reporter.

Baca juga : Qatar Hadiahi Pesawat Mewah untuk Trump: Kontroversi dan Fakta di Baliknya

"Mereka memberi kita jet gratis. Saya bisa berkata, tidak, tidak, tidak, jangan berikan itu kepada kami. Saya ingin membayar Anda 1 miliar dolar AS atau 400 juta dolar AS, atau berapa pun jumlahnya. Atau saya bisa berkata, terima kasih banyak," lanjutnya.

Jika jadi menerima hadiah jet dari Qatar, Trump mengaku akan menyumbangkan pesawat itu ke perpustakaan kepresidenannya di masa mendatang sebagai sebuah pameran, jika nantinya tak lagi menjabat presiden. Sama seperti perpustakaan Ronald Reagan menyimpan bekas jet Air Force One.

Qatar Meredam 

Qatar berusaha mengecilkan kegaduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa jet tersebut bukanlah hadiah.

"Kemungkinan pengalihan pesawat untuk penggunaan sementara sebagai Air Force One, saat ini sedang dipertimbangkan oleh Kementerian Pertahanan Qatar dan Departemen Pertahanan AS," kata Ali Al-Ansari, atase media Qatar di Washington.

Konstitusi AS

Rencana menerima hadiah jet dari Qatar menimbulkan pertanyaan besar tentang etika, karena Konstitusi AS melarang pejabat pemerintah menerima hadiah dari raja, pangeran, atau negara asing mana pun.

Rencana tersebut juga menimbulkan kekhawatiran keamanan yang mendalam tentang penggunaan pesawat yang disumbangkan oleh kekuatan asing, untuk digunakan sebagai Air Force One yang sangat sensitif.

Baca juga : AS-China Ketemuan Di Jenewa, Trump Bakal Pangkas Tarif Hingga 80 Persen?

Jet tersebut dirancang untuk berfungsi sebagai pusat komando bergerak bagi presiden, jika terjadi serangan terhadap AS.

Demokrat Mengecam

Partai Demokrat mengecam rencana Qatar memberi hadiah jet sebagai pesawat kepresidenan AS.

"Presiden mana pun yang menerima hadiah semacam ini, senilai Rp 6,6 triliun dari pemerintah asing menciptakan konflik kepentingan yang jelas," demikian pernyataan empat anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat: Senator Cory Booker, Brian Schatz, Chris Coons, dan Chris Murphy.

Mereka menilai, rencana pemberian hadiah tersebut menimbulkan pertanyaan keamanan nasional yang serius, mengundang pengaruh asing, dan merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Secara terpisah, Murphy menyatakan siap  memblokir penjualan senjata apa pun ke negara yang melakukan bisnis pribadi langsung dengan Trump. Dia bahkan menggambarkan usulan hadiah Qatar sebagai korupsi tingkat nuklir.

Transparansi 

Trump dan Gedung Putih mengklaim jet Qatar akan menjadi hadiah untuk Departemen Pertahanan AS.

Baca juga : Daerah Otonom Baru Di Papua Belum Ada Kantor Pemerintahan

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, Qatar telah dengan senang hati menawarkan untuk menyumbangkan pesawat ke Pentagon. Namun, rincian hukumnya masih sedang dikerjakan. 

"Setiap sumbangan untuk pemerintah selalu dilakukan dengan mematuhi hukum sepenuhnya. Kami berkomitmen untuk memberikan transparansi yang setinggi-tingginya, dan kami akan terus melakukannya," katanya kepada Fox News.

Tawaran Qatar muncul setelah Trump berulang kali mengeluhkan penundaan dan pembengkakan biaya dalam kontrak raksasa kedirgantaraan Boeing untuk menyediakan dua jet Air Force One baru,  menggantikan model lama yang ada saat ini.

Trump dilaporkan telah lama tidak senang dengan jet Air Force One saat ini: dua pesawat seri Boeing 747-200B yang pertama kali dipakai pada tahun 1990 di bawah Presiden George HW Bush.

Awal tahun ini, Trump mengatakan pemerintahannya mencari alternatif untuk Boeing, menyusul penundaan pengiriman dua pesawat 747-8 baru.

Trump juga memiliki model Air Force One masa depan dengan warna merah, putih, dan biru pilihannya di coffee table Ruang Oval, di depan tempat duduknya bersama para pemimpin asing.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.