Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pidato Pertama Setelah Lengser, Biden: Trump Bikin Banyak Kerusakan
Kamis, 17 April 2025 08:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden ke-46 Amerika Serikat (AS) Joe Biden muncul kembali di hadapan publik setelah lengser 20 Januari 2025. Dalam pidatonya, Biden menyebut, Presiden AS Donald Trump telah membuat banyak kerusakan.
Biden berpidato dalam sebuah konferensi pendukung disabilitas, di Chicago, Selasa (16/4/2025). Dia berpidato dengan berapi-api mengkritik dan mengecam sejumlah kebijakan Trump.
"Kurang dari 100 hari, pemerintahan ini telah melakukan begitu banyak kerusakan, dan begitu banyak kehancuran. Sungguh menakjubkan bahwa hal itu bisa terjadi secepat itu," ucapnya, seperti dikutip AFP, Rabu (16/4/2025).
Baca juga : Kabinet Prabowo Butuh Duit Ratusan Triliun
Sekitar setengah jam, Biden menguliti kebijakan Trump. Khusunya soal Jaminan Sosial. Politisi Partai Demokrat ini mengkritik kebijakan Trump atas upaya perombakan pemerintahan secara besar-besaran. Menurut Biden, yang dilakukan Trump tidak mencerminkan seorang kepala negara. Buktinya, ribuan warga AS kehilangan mata pencaharian.
"Mereka telah menebas administrasi Jaminan Sosial, sehingga 7 ribu karyawan kehilangan pekerjaan," ujarnya, merujuk pada data badan nasional yang membayar tunjangan pensiun dan disabilitas.
Biden juga menyoroti pengurangan staf di lembaga yang dilakukan Trump dan Elon Musk sebagai bagian dari "Departemen Efisiensi Pemerintah". Dia menyebut, kebijakan itu membuat "situs web Jaminan Sosial mogok" dan menghalangi para pensiunan mendapatkan manfaat mereka.
Baca juga : Politisi Golkar Rame-rame Berburu Dukungan Bahlil
Program tersebut, yang diandalkan oleh lebih dari 65 juta warga AS, secara umum dikenal di Washington sebagai "rel ketiga politik" karena kepekaannya terhadap pemilih. "Banyak warga Amerika benar-benar mengandalkan jaminan sosial untuk membeli makanan, hanya untuk bertahan hidup," tutur Biden.
Sebelumnya, Trump resmi membatalkan program senilai 3 miliar dolar AS yang mendukung proyek pertanian cerdas dan ramah iklim. Trump menilai program tersebut tak lagi sejalan dengan prioritas pemerintahannya.
Program yang dibatalkan, yakni Kemitraan untuk Komoditas Cerdas-Iklim (Partnership for Climate-Smart Commodities). Program ini sebelumnya diluncurkan pada era Joe Biden. Program ini membiayai 135 proyek di seluruh AS, dengan fokus pada kesehatan tanah, penyerapan karbon, pengurangan emisi metana, dan praktik pertanian berkelanjutan.
Baca juga : Bupati Indramayu Terancam “Magang” Di Kemendagri
Menteri Pertanian AS Brooke Rollins menyebut, program tersebut lebih menguntungkan organisasi non-pemerintah (LSM) daripada petani. Ia juga mengkritik birokrasi program yang dianggap rumit dan tidak memiliki arah yang jelas.
“Kami sedang memperbaiki kesalahan-kesalahan ini dan mengarahkan kembali upaya kami untuk mempersiapkan petani menuju era kemakmuran yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Rollins, dalam pernyataan resmi, Senin (14/4/2025). BCG/MEN
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya