Dark/Light Mode

Soal Perdagangan & Gencatan Senjata Dengan Pakistan

Trump Bikin PM India Mumet

Rabu, 21 Mei 2025 04:04 WIB
BERJABAT TANGAN: PM India Narendra Modi (kiri) dan Presiden AS Donald Trump berjabat tangan saat menghadiri konferensi pers bersama di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, 13 Februari 2025. (Foto via CNA)
BERJABAT TANGAN: PM India Narendra Modi (kiri) dan Presiden AS Donald Trump berjabat tangan saat menghadiri konferensi pers bersama di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, 13 Februari 2025. (Foto via CNA)

 Sebelumnya 
Masalah kedua terkait perdagangan. Trump mengklaim salah satu alasan India dan Pakistan berdamai karena tarif dagang. Hal ini membuat kubu oposisi India geram.

“Mereka merasa Modi lebih ngurusin ekonomi dengan AS daripada prioritas keamanan negara,” analisa Mukherjee.

Baca juga : Menaker Saksikan Penandatanganan PKB Pertamina Dengan Serikat Pekerja

Pemerintah India langsung membantah klaim Trump. Mereka bilang, perdagangan dengan AS tidak ada hubungannya dengan gencatan senjata. Tetapi Trump bercerita seakan-akan dia melakukan negosiasi perdamaian melalui perdagangan. Saat di Arab Saudi, Trump menjadikan gencatan senjata India sebagai candaan.

“Trump mengatakan, jangan perdagangkan rudal nuklir, mari kita perdagangkan barang-barang yang kalian buat dengan sangat indah,” kata Mukherjee, mengutip ucapan Trump.

Baca juga : Swasembada Pangan dan MBG, Gerbang Menuju Indonesia Maju

Masalah semakin rumit karena belum ada tanda-tanda kesepakatan dagang antara AS dan India. Padahal, India sekarang menjadi basis produksi penting dari sejumlah perusahaan AS, contohnya Apple. Tetapi Trump mengatakan kepada bos Apple, Tim Cook di Qatar, dia tidak mau Apple membangun pabrik di India.

Tarif impor juga bikin situasi makin sulit. Kalau tidak ada kesepakatan sampai 9 Juli nanti, barang dari India bisa kena tarif 26 persen di AS. Beda tipis dengan tarif untuk barang dari China yang dikenakan 30 persen.

Baca juga : India Vs Pakistan, Perang Rudal China-Rusia Vs AS

Hal ini membuat India sulit bersaing sebagai pusat manufaktur dunia. Apalagi, reputasi Negeri Bollywood itu dikenal ribet untuk bisnis.

“Meski berpenduduk 1,4 miliar orang yang merupakan sumber tenaga kerja murah terlengkap di dunia, negara ini juga terkenal sebagai tempat yang sulit untuk berbisnis,” bebernya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.