Dark/Light Mode

Pusing Didemo Setelah Gaya Hidup Mewah Anaknya Viral, PM Mongolia Mundur

Selasa, 3 Juni 2025 22:19 WIB
PM Mongolia Luvsannamsrain Oyun-Erdene (Foto: Instagram @oyunerdemn)
PM Mongolia Luvsannamsrain Oyun-Erdene (Foto: Instagram @oyunerdemn)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Mongolia Luvsannamsrain Oyun-Erdene (44) mengundurkan diri, setelah foto-foto gaya hidup mewah putranya di media sosial memicu penyelidikan antikorupsi dan protes massal selama berminggu-minggu.

Oyun-Erdene yang membantah melakukan kesalahan, kalah dalam pemungutan suara mosi tidak percaya di parlemen, Selasa (3/6/2025).

Foto-foto viral yang bertebaran di media sosial menunjukkan putra Oyun-Erdene dan kekasihnya tengah memamerkan tas bahu merk warna Dior hitam dan beberapa tas belanjaan, saat liburan pertunangan mereka.

Para pengunjuk rasa mempertanyakan, bagaimana keluarga Oyun-Erdene membiayai kehidupan mewah seperti itu. Media lokal melaporkan, badan antikorupsi Mongolia telah memeriksa keuangan mereka.

Baca juga : Dukung Gaya Hidup Sehat, Aurora Saffron Collagen Luncurkan Varian Baru

Foto tas Dior yang kabarnya diunggah oleh sang pacar itu diberi judul: "Selamat ulang tahun diriku". Foto lainnya yang diduga pasangan itu, memperlihatkan keduanya tengah berciuman di kolam renang.

Aneka foto tersebut telah dibagikan di media sosial dan dipublikasikan oleh media lokal.

Dalam confidence vote pada Selasa (3/6/2025), sebanyak 44 dari 88 anggota parlemen yang ikut serta dalam pemungutan suara rahasia memilih Oyun-Erdene, sementara 38 lainnya memilih menentangnya.

Oyun-Erdene membutuhkan dukungan dari sedikitnya 64 dari 126 anggota parlemen untuk memenangkan pemungutan suara tersebut.

Baca juga : BMH dan Sekolah Integral Hidayatullah Bantu Korban Banjir Pekalongan

"Merupakan suatu kehormatan untuk mengabdi kepada negara dan rakyat di tengah masa-masa sulit. Termasuk pandemi, perang, dan tarif," katanya setelah pemungutan suara, seperti dilansir BBC, Selasa (3/6/2025).

Ratusan pengunjuk rasa, banyak di antaranya adalah kaum muda, turun ke jalan selama dua minggu sebelum pemungutan suara. Mereka menuntut pengunduran diri Oyun-Erdene.

Oyun-Erdene yang lahir pada 29 Juni 1980, telah menolak tuduhan korupsi. Dia menuduh para pengkritiknya melancarkan kampanye kotor terhadapnya.

Data Transparency International menyebut, korupsi di Mongolia semakin parah sejak Oyun-Erdene berkuasa. Tahun lalu, negara itu menduduki peringkat ke-114 dari 180 negara dalam hal transparansi pemerintahan.

Baca juga : Kinerja Segmen Gaya Hidup LPKR Tumbuh Signifikan Hingga Kuartal III 2024

Sebagai bekas negara komunis yang diapit antara Rusia dan China, Mongolia telah bertransisi ke demokrasi sejak jatuhnya Uni Soviet pada awal 1990-an.

Korupsi merupakan masalah yang terus berlanjut. Tahun lalu, jaksa penuntut Amerika Serikat (AS) berusaha menyita dua apartemen mantan PM Mongolia Sukhbaatar Batbold di New York, yang diduga dibelinya dengan menggunakan dana pertambangan yang dicuri.

Batbold, yang menjabat dari 2012 hingga 2015, tak terima disebut telah melakukan kesalahan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Mongolia berupaya membangun hubungan yang lebih erat dengan Barat, dengan menganggap AS dan negara-negara Eropa sebagai bagian dari kebijakan luar negeri tetangga ketiganya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.