Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dubes Jepang Masaki Yasushi Beri Penghargaan Kepada Dekan FEB UI
Sabtu, 7 Juni 2025 06:15 WIB
Sebelumnya
Teguh mengapresiasi penghargaan yang diberikan Kedubes Jepang. Dia mengatakan, penghargaan ini bukan hanya pengakuan terhadap akademisi, tetapi juga terhadap upaya membangun persahabatan antarbangsa.
Menurutnya, masalah global harus diselesaikan melalui kerja sama internasional, terutama di tengah ketidakpastian dunia saat ini.
“Saya selalu percaya permasalahan dunia ini atau permasalahan manusia dan kemanusiaan harus diselesaikan dengan kolaborasi dan kerja sama antarbangsa. Sehingga, kita bisa saling belajar, saling memahami,” ujarnya.
Baca juga : Situasi Sangat Berisiko, Operasi Pencarian Korban di Gunung Kuda Dihentikan
Akademisi UI itu menilai, banyak kebijakan pembangunan Jepang yang bisa dijadikan pelajaran bagi Indonesia. Salah satu riset pentingnya adalah tentang bagaimana cara agar sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melihat sistem Jepang.
Teguh mempelajari cara membangun layanan kesehatan yang berkualitas, berkelanjutan secara finansial, dan tidak membebani anggaran negara.
“Kita tahu JKN atau BPJS mengalami defisit. Saya banyak belajar dari sistem di Jepang bagaimana agar kita bisa membangun layanan, sistem layanan kesehatan yang baik dan juga berkelanjutan,” ungkapnya.
Baca juga : Eddy Soeparno: Akselerasi Transisi Energi Jawaban Hadapi Krisis Iklim
Selain itu, dia juga sedang mengkaji program MBG yang digagas oleh Pemerintah Indonesia. Dalam hal ini, Teguh akan merujuk pada model makan siang di Jepang, yakni program Shokuiku. Model MBG di Negeri Sakura tersebut dianggap sebagai standar emas dunia dalam pemberian makan siang di sekolah.
“Saya mengalami dan sedikit banyak mengetahui mengenai program ini sehingga kita mencoba memberikan masukan kepada pemerintah Indonesia dengan mempelajari sistem yang ada di Jepang,” jelasnya.
Riset lain yang sedang dia lakukan adalah meneliti kelas menengah di ASEAN. Sebab menurutnya, kelompok ini merupakan mesin pembangunan. Kelas menengah berpendidikan lebih baik dan aktif menyuarakan tuntutan terhadap kebijakan publik.
Baca juga : Dubes RI Untuk Jepang Heri Akhmadi Resmikan Patung Soekarno Bersama Ketua DPR
Karena itu, memahami dinamika kelas menengah penting untuk mendorong reformasi dan kemajuan di kawasan ASEAN.
“Isu middle class akan menjadi isu-isu penting bagi pembangunan tidak hanya di Indonesia, tetapi di kawasan ASEAN,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya