Dark/Light Mode

Rusia Ingin Kapal Perang Indonesia Ikut Parade Militer

Rabu, 11 Juni 2025 06:35 WIB
Tim Rakyat Merdeka saat mewawancarai Dubes Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov di kediamannya, Jakarta, 30 Mei lalu. Foto: KHAIRIZAL ANWAR/RAKYAT MERDEKA/RM.
Tim Rakyat Merdeka saat mewawancarai Dubes Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov di kediamannya, Jakarta, 30 Mei lalu. Foto: KHAIRIZAL ANWAR/RAKYAT MERDEKA/RM.

 Sebelumnya 
Sekuat itukah peran media dalam hubungan bilateral?

Tentu, baik media televisi, radio, atau koran. Media yang membawakan informasi kepada masyarakat. Para jurnalis juga bisa saling bertukar informasi. Medialah yang membantu masyarakat melihat lebih jauh.

Tanpa media, masyarakat umum mungkin menganggap warga Rusia hanya sibuk ber­main balalaika (alat musik dawai petik asal Rusia yang memiliki ciri khas badan kayu berbentuk segitiga dengan tiga senar) dan minum alkohol di pinggir jalan.

Seperti yang bisa dilihat, Rusia adalah negara yang modern dan indah. Bahkan menurut saya, Moskow sudah banyak berubah.

Moskow yang sekarang sudah lebih rapi, transportasi umum lebih terkoneksi dan digitalisasi di Moskow dan kota besar Rusia lainnya juga sudah sangat pesat.

Baca juga : Grill Master Indonesia 2025 Siap Hadirkan Pertarungan Kuliner BBQ

Tentu saja, Moskow bukan gambaran Rusia secara keseluruhan. Rusia juga punya desa kecil yang kehidupannya lebih sederhana. Seperti Jakarta, Mos­kow terus berkembang dan ter­koneksi dengan baik.

Apakah Indonesia bisa men­contoh kemajuan Moskow dalam hal konektivitas dan digitalisasi?

Tentu saja. Di Moskow semuanya sudah terdigitalisasi dan kami bahkan sudah menggunakan sistem e-government.

Warga bisa membuat paspor, mengurus surat izin mengemudi, dan dokumen-dokumen sipil lainnya lewat aplikasi atau web.

Untuk sistem pembayaran, bisa dilakukan via kartu dengan sistem touchless. Anda hanya meletakkan kartu di atas mesin dan selesai.

Baca juga : Babak Pertama, Timnas Indonesia Bungkam China 1-0

Di sini, kartu saya harus di­masukkan ke dalam mesin dan petugas mengetik sesuatu. Ini salah satu perbedaan mencolok Moskow dan Jakarta.

Sistem touchless ini dipakai un­tuk semua pembayaran, baik itu di toko, kendaraan umum, restoran, atau membayar apapun. Sangat efisien. Ini sangat bisa dipakai di Ibu Kota Nusantara (IKN). Kare­na Indonesia ingin membuat IKN lebih modern dan hijau, sistem e-government dan pembayaran touchless bisa dipakai di IKN.

Untuk kendaraan umum, IKN bisa meniru Moskow yang me­miliki jaringan kereta bawah tanah yang membantu warganya berpergian dengan mudah dan murah.

Oh ya, Amerika Serikat mengusir mahasiswa asing dari uni­versitas mereka. Apakah Rusia mau menerima mereka?

Rusia tidak akan pernah mengusir pelajar asing. Kami sangat terbuka dan siapapun boleh datang dan belajar di Rusia.

Baca juga : Bamsoet Dorong Peningkatan Peran Koperasi dalam Pengembangan Sektor Pariwisata

Berhubungan dengan Ru­sia memang agak sulit bagi kebanyakan negara karena isu politis. Tapi, Rusia tidak pernah mempolitisir soal pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan. Misalnya, negara-negara seperti Australia, Singapura, dan Jepang, yang termasuk negara tidak bersahabat dengan Rusia, masih mengadakan kegiatan besar kebudayaan Rusia. ■

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Rabu, 11 Juni 2025 dengan judul "Rusia Ingin Kapal Perang Indonesia Ikut Parade Militer"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.