Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Teheran gantian membalas serangan Israel dengan rentetan serangan drone dan rudal Jumat (13/6/2025) malam dan Sabtu (14/6/2025) pagi. Targetnya adalah sejumlah wilayah Israel seperti Tel Aviv, Haiva, hingga Jerusalem.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan, Teheran tak akan menghadiri perundingan nuklir dengan AS, selama Israel terus menyerang Iran. Dalam panggilan telepon Presiden Prancis Emmanuel Macron, Pezeshkian mengatakan, Iran tak akan menerima tuntutan yang tak rasional, serta standar ganda di bawah tekanan atau duduk di meja perundingan.
“Sementara Israel terus menyerang,” tutur Pazeshkian.
Baca juga : Reformasi Kesehatan Dan Segelintir Pihak Yang Terganggu Kepentingannya
Sedangkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan akan terus menggempur Iran beberapa hari ke depan. Dia memastikan, pasukannya bakal menyerang seluruh lokasi di negeri para Mollah ini. Netanyahu mengklaim, operasi Rising Lion telah menghambat program nuklir Iran, yang kemungkinan akan mandek bertahun-tahun.
“Apa yang mereka rasakan sejauh ini tak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang akan mereka terima dalam beberapa hari ke depan,” kata Netanyahu mengutip Reuters.
Ditambahkan, pasukan Zionis kini tengah menghancurkan kemampuan Iran memproduksi rudal balistik. Netanyahu juga menyerukan warga Iran bersatu melawan penguasa yang disebutnya sebagai rezim jahat dan penindas.
Baca juga : Bahlil Tunjukkan Sikap Berpihak Pada Rakyat
“Seiring dengan tercapainya tujuan kami, kami juga membuat jalan bagi Anda untuk meraih kebebasan. Sudah tiba saatnya bagi rakyat Iran bersatu di sekitar bendera dan warisan sejarahnya, dengan memperjuangkan kebebasan dari rezim jahat dan penindas,” kata Netanyahu.
Negara-negara dunia, mendukung Iran dan meyerukan keduanya menahan diri. Pakistan mengajak negara-negara muslim bersikap. Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyatakan, ini saatnya negara muslim bersatu menghadapi ancaman Israel.
Dia mendorong Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menggelar pertemuan untuk menyusun strategi bersama. “Israel telah menyerang Iran, Yaman, dan Palestina. Jika negara-negara Muslim tidak bersatu sekarang, satu per satu akan mengalami nasib yang sama,” ingatnya.
Baca juga : Kemendikdasmen Pastikan Tak Ada Gangguan Server
Australia dan Korea Selatan mendesak Israel dan Iran menahan diri. Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menyerukan kedua negara tak memperburuk situasi karena dapat berdampak luas pada kawasan Timur Tengah. Dia telah berbicara langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran serta menyampaikan pesan kepada pemerintah Israel melalui duta besarnya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya