Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Trump Larang Israel Bunuh Ayatollah Ali Khamenei, Benarkah?
Senin, 16 Juni 2025 07:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak rencana Israel untuk membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Info ini disampaikan oleh tiga pejabat AS kepada mitra BBC di AS, CBS News.
Trump dilaporkan telah memberitahu Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, bahwa membunuh Khamenei bukanlah ide yang baik. Namun, Trump belum mengomentari laporan tersebut secara terbuka.
Percakapan Trump dan Netanyahu disebut terjadi sejak Israel melancarkan serangannya ke Iran pada Jumat (13/6/2025).
Selama wawancara dengan Fox News, Netanyahu tidak secara langsung mengonfirmasi atau membantah laporan Reuters yang menyebut Trump telah memveto rencana Israel membunuh Khamenei.
Baca juga : Tambang Nikel Di Raja Ampat Disorot, Bahlil Mencoba Menenangkan
“Ada begitu banyak laporan palsu tentang percakapan yang tidak pernah terjadi. Saya tidak akan membahasnya," kata Netanyahu.
"Tetapi saya dapat memberi tahu Anda bahwa kami melakukan apa yang perlu kami lakukan. Kami akan melakukan apa yang perlu kami lakukan. Saya pikir, Amerika Serikat tahu apa yang baik untuk Amerika Serikat, dan saya tidak akan membahasnya,” lanjutnya.
Seorang pejabat Israel mengatakan, pada prinsipnya, Israel tidak membunuh para pemimpin politik. Menurutnya, Israel fokus pada nuklir dan militer.
“Saya tidak berpikir siapa pun yang membuat keputusan tentang program-program itu harus hidup bebas dan mudah,” ungkapnya.
Baca juga : Trump Mau Pangkas Harga Obat, Industri Farmasi Ditunggu Jalani Negosiasi 30 Hari
Israel pertama kali melancarkan serangan terhadap infrastruktur nuklir Iran dan target lainnya pada Jumat (13/6/2025).
Iran kemudian mengonfirmasi, Kepala Unit Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mohammad Kazemi tewas bersama seorang wakil dan komandan lainnya.
Sejak saat itu, kedua negara saling melancarkan serangan besar-besaran.
Trump Desak Kesepakatan
Dalam postingan terbarunya di Truth Social yang menyoroti peningkatan situasi di Timur Tengah pada Minggu (15/6/2025), Trump meminta Iran dan Israel membuat kesepakatan.
Baca juga : Libur Hari Buruh, Whoosh Alami Peningkatan Penumpang
Trump juga mengatakan akan membuat kedua negara menghentikan permusuhan, seperti yang telah dilakukannya terhadap India dan Pakistan.
Dalam postingan sebelumnya, Trump menegaskan, AS tidak memiliki hubungan dengan serangan terhadap Iran.
"Jika kita diserang dengan cara apa pun, bentuk apa pun, oleh Iran, kekuatan penuh dan kekuatan Angkatan Bersenjata AS akan menyerang pada tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya," pesan Trump.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya