Dark/Light Mode

Iran Dan Israel Saling Serang, Prabowo Prihatin

Selasa, 17 Juni 2025 08:05 WIB
Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong saat pertemuan Leaders’ Retreat yang digelar di Parliament House, Singapura, Senin (16/6/2025).  (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong saat pertemuan Leaders’ Retreat yang digelar di Parliament House, Singapura, Senin (16/6/2025).  (Foto: Dwi Pambudo/RM)

 Sebelumnya 
“Amerika Serikat tentu saja membantu pertahanan, sangat membantu. Saya sangat menghargai kepemimpinan tegas Presiden Trump dalam masalah ini,” ujar Netanyahu, Senin (16/6/2025).

Di balik konflik ini, Netanyahu ternyata punya agenda lain. Dia menyebut pergantian rezim di Iran mungkin bisa menjadi akibat dari rentetan serangan militer Israel ke negara tersebut.

“Kami tidak dapat membiarkan rezim paling berbahaya di dunia memiliki senjata paling berbahaya di dunia,” ujarnya.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian angkat bicara. Dia menegaskan negaranya tidak berniat untuk mengembangkan senjata nuklir. Iran, kata dia, hanya memperjuangkan haknya untuk memiliki energi nuklir dan melakukan penelitian nuklir.

Baca juga : Menko Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama Enam Sektor Strategis

“Kami berdiri teguh dalam mencapai hak ini dan tidak takut pada kekuatan apa pun dalam mengamankan apa yang menjadi hak kami,” tegas Pazeshkian dilansir Al Arabiya, Senin (16/6/2025),

Pezeshkian juga menegaskan, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah menentang senjata pemusnah massal. Sehingga teknologi nulirnya bukan untuk menyerang negara lain.

Di sis lain, dia menyerukan warganya untuk mengesampingkan perbedaan dan bersatu melawan Israel. “Kita harus berdiri teguh melawan agresi kriminal genosida ini dengan persatuan dan koherensi,” tegasnya.

Diketahui, perang ini bukan cuma adu senjata. Ini juga adu pengaruh global. AS jelas memihak Israel. Presiden Donald Trump bahkan mendorong pihak bertikai saling serang untuk mencapai kesepakatan damai.

Baca juga : Ahmad Irawan: Kita Tunggu Saja Keputusan Presiden

“Saya pikir sudah waktunya untuk mencapai kesepakatan. Tapi, terkadang mereka harus bertempur habis-habisan,” cetus Trump dilansir Al Arabiya, Senin (16/6/2025).

Melihat konflik yang belum reda, dunia ikut bergerak. Presiden Rusia Vladimir Putin mengambil langkah diplomasi dengan menghubungi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melalui telepon. Keduanya setuju untuk menyerukan pertempuran segera diakhiri.

“Termasuk yang terkait dengan program nuklir Iran, diselesaikan secara eksklusif melalui cara-cara politik dan diplomatik,” kata kantor kepresidenan Rusia dilansir kantor berita AFP, Senin (16/6/2025).

Putin juga sempat berbicara via telepon secara terpisah dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan PM Israel Benjamin Netanyahu. Dalam percakapan itu, Putin menyatakan kesiapannya untuk memberikan layanan mediasi guna mencegah eskalasi ketegangan lebih lanjut.

Baca juga : Muslim Ayub: Mereka Nggak Punya Hak Dan Tak Punya Dokumen

Sementara dari kawasan Asia, Presiden China Xi Jinping mendesak semua pihak untuk segera mengambil langkah guna meredakan ketegangan. Negeri Tirai Bambu khawatir perang antara Israel-Iran bisa mengganggu stabilitas global dan ekonomi dunia.

“Demi mencegah kawasan ini jatuh ke dalam kekacauan yang lebih besar, dan menciptakan kondisi untuk kembali ke jalur yang benar dalam menyelesaikan masalah melalui dialog dan negosiasi,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun, dikutip AFP, Senin (16/5/2025). [UMM/BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.