Dark/Light Mode

Sarankan Pentingnya Edukasi Di Sekolah

Menkes Kaget 50 Persen Orang Indonesia Giginya Berlubang

Selasa, 17 Juni 2025 07:25 WIB
Menteri Kesehatan (Menk­es), Budi Gunadi Sadikin memberikan sambutan saat pelantikan Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) periode 2025–2030 di Jakarta, Sabtu (14/6/2025). (Foto: Dok. Kemenkes)
Menteri Kesehatan (Menk­es), Budi Gunadi Sadikin memberikan sambutan saat pelantikan Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) periode 2025–2030 di Jakarta, Sabtu (14/6/2025). (Foto: Dok. Kemenkes)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong materi tentang kesehatan gigi masuk dalam kurikulum sekolah. Pasalnya, masalah kesehatan gigi di Indonesia masih cukup tinggi, bahkan mengalahkan masalah hipertensi.

Menteri Kesehatan (Menk­es), Budi Gunadi Sadikin mengatakan, berdasarkan hasil olah data Cek Kesehatan Gra­tis (CKG), sekitar 50 persen dari total masyarakat berumur 0-60 tahun mengalami gigi ber­lubang. Kemudian, ungkap dia, sebanyak 37 persen mengalami masalah kehilangan gigi, dan 12,4 persen mengalami masalah gusi.

Dia pun mengaku kaget saat mengetahui besarnya masalah kesehatan gigi dan gusi di tengah masyarakat. “Masalah kesehatan gigi paling tinggi, bahkan me­lebihi hipertensi,” ujar Budi dalam keterangannya, dikutip Senin (16/6/2025).

Baca juga : Banteng Siapkan Tiga Jurus Lawan Hakim PN Majalengka

Sebab itu, mantan Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri ini mendorong agar penguatan kesehatan gigi dilakukan se­cara menyeluruh. Menurut dia, langkah tersebut harus dimulai dari edukasi sejak dini, hingga pemerataan tenaga medis ke seluruh pelosok negeri.

Dari sisi edukasi, Budi mengungkapkan, dirinya sudah berbi­cara dengan Kementerian Pen­didikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) agar materi tentang kesehatan gigi dimasu­kan dalam kurikulum pembe­lajaran. Dengan begitu, harap dia, anak-anak bisa memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dengan baik dan benar.

“Kami sudah bicara dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kita tahu sekarang kurikulum kembali ke wajib belajar. Jadi, materi kesehatan gigi harus dimasuk­kan sebagai prioritas, anak-anak harus belajar menyikat gigi yang benar sejak dini,” cetusnya.

Baca juga : Jaksa Agung Bicara Pembaruan KUHAP

Budi menilai, pemberian ma­teri terkait kesehatan gigi meru­pakan bagian dari pendekatan promotif dan preventif. Ke depan, pihaknya akan mengin­tegrasikan materi kesehatan gigi dalam kurikulum wajib di PAUD, TK, dan SD.

Lebih lanjut, dia mengajak masyarakat membiasakan diri melakukan pemeriksaan gigi secara rutin, setiap enam bulan. Selain itu, harap dia, dokter gigi juga dapat berperan aktif sebagai edukator, harus ramah dan dekat dengan anak-anak.

“Kami telah meminta Per­satuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menyusun standar layanan dasar kesehatan gigi di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskes­mas). Hal itu mencakup pemeriksaan, penambalan, perawatan akar, pencabutan, perawatan gusi, hingga penyediaan gigi palsu bagi lansia,” ungkapnya.

Baca juga : ASDP Inisiasi Nias Sebagai Geopark

Sebagai bagian dari pemerataan layanan, lanjut Budi, Ke­menkes telah mengusulkan tunjangan khusus bagi dokter spesialis yang ditempatkan di wilayah terpencil. Pihaknya juga membuka peluang insentif serupa bagi dokter gigi di daerah minim layanan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.