Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sarankan Pentingnya Edukasi Di Sekolah
Menkes Kaget 50 Persen Orang Indonesia Giginya Berlubang
Selasa, 17 Juni 2025 07:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong materi tentang kesehatan gigi masuk dalam kurikulum sekolah. Pasalnya, masalah kesehatan gigi di Indonesia masih cukup tinggi, bahkan mengalahkan masalah hipertensi.
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan, berdasarkan hasil olah data Cek Kesehatan Gratis (CKG), sekitar 50 persen dari total masyarakat berumur 0-60 tahun mengalami gigi berlubang. Kemudian, ungkap dia, sebanyak 37 persen mengalami masalah kehilangan gigi, dan 12,4 persen mengalami masalah gusi.
Dia pun mengaku kaget saat mengetahui besarnya masalah kesehatan gigi dan gusi di tengah masyarakat. “Masalah kesehatan gigi paling tinggi, bahkan melebihi hipertensi,” ujar Budi dalam keterangannya, dikutip Senin (16/6/2025).
Baca juga : Banteng Siapkan Tiga Jurus Lawan Hakim PN Majalengka
Sebab itu, mantan Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri ini mendorong agar penguatan kesehatan gigi dilakukan secara menyeluruh. Menurut dia, langkah tersebut harus dimulai dari edukasi sejak dini, hingga pemerataan tenaga medis ke seluruh pelosok negeri.
Dari sisi edukasi, Budi mengungkapkan, dirinya sudah berbicara dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) agar materi tentang kesehatan gigi dimasukan dalam kurikulum pembelajaran. Dengan begitu, harap dia, anak-anak bisa memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dengan baik dan benar.
“Kami sudah bicara dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kita tahu sekarang kurikulum kembali ke wajib belajar. Jadi, materi kesehatan gigi harus dimasukkan sebagai prioritas, anak-anak harus belajar menyikat gigi yang benar sejak dini,” cetusnya.
Baca juga : Jaksa Agung Bicara Pembaruan KUHAP
Budi menilai, pemberian materi terkait kesehatan gigi merupakan bagian dari pendekatan promotif dan preventif. Ke depan, pihaknya akan mengintegrasikan materi kesehatan gigi dalam kurikulum wajib di PAUD, TK, dan SD.
Lebih lanjut, dia mengajak masyarakat membiasakan diri melakukan pemeriksaan gigi secara rutin, setiap enam bulan. Selain itu, harap dia, dokter gigi juga dapat berperan aktif sebagai edukator, harus ramah dan dekat dengan anak-anak.
“Kami telah meminta Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menyusun standar layanan dasar kesehatan gigi di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Hal itu mencakup pemeriksaan, penambalan, perawatan akar, pencabutan, perawatan gusi, hingga penyediaan gigi palsu bagi lansia,” ungkapnya.
Baca juga : ASDP Inisiasi Nias Sebagai Geopark
Sebagai bagian dari pemerataan layanan, lanjut Budi, Kemenkes telah mengusulkan tunjangan khusus bagi dokter spesialis yang ditempatkan di wilayah terpencil. Pihaknya juga membuka peluang insentif serupa bagi dokter gigi di daerah minim layanan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya