Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Rusia Lancarkan Serangan Besar-besaran
Ukraina Dihujani Ratusan Drone Dan Puluhan Rudal
Selasa, 1 Juli 2025 06:08 WIB
Sebelumnya
Menurut Moskow, target utama adalah fasilitas industri militer dan kilang minyak Ukraina. Di wilayah barat Ukraina yang berbatasan dengan Polandia, seperti Lviv dan Volyn, sirene udara berbunyi sejak Minggu (30/6/2025) malam hingga Senin dini hari (30/6/2025).
Belum ada laporan lengkap terkait kerusakan dan jumlah korban jiwa. Namun Pemerintah Ukraina mengonfirmasi adanya kerusakan infrastruktur sipil di beberapa kota.
Baca juga : Rakyat Gaza Khawatir Dilupain & Ditinggalin
Serangan ini juga membuat negara NATO khawatir. Menanggapi eskalasi tersebut, sejumlah negara anggota NATO, langsung menaikkan tingkat kesiagaan militer per Minggu (29/6/2025) malam, dengan mengerahkan jet tempur dan sistem pertahanan udara.
Komando Operasional Polandia mengatakan, pesawat-pesawat tempur NATO, termasuk dari Polandia, dikerahkan sebagai tanggapan terhadap gelombang serangan Rusia ke Ukraina. Sistem pertahanan udara dan unit pengintaian juga diaktifkan untuk mengantisipasi kemungkinan pelanggaran wilayah udara.
Baca juga : Kutuk Serangan Israel, Iran Minta Dukungan Dunia
“Seluruh sistem pertahanan dan pengawasan kami berada dalam tingkat kesiagaan tertinggi,” ujar pernyataan militer Polandia seperti dilansir CNBC, Senin (30/6/2025).
Berdasarkan Pasal 5 NATO, serangan terhadap satu negara anggota dapat dianggap sebagai serangan terhadap seluruh aliansi. Namun hingga kini, pelanggaran oleh rudal atau drone belum dikategorikan sebagai serangan langsung yang memicu respons militer kolektif.
Baca juga : Imigrasi Jakbar Tangkap Warga Negara China Pelaku Penipuan Modus Pernikahan
Sebagai langkah preventif, Inggris dan Swedia telah mengirimkan pesawat tempur mereka ke Polandia sejak April untuk menjalankan rotasi patroli udara NATO selama beberapa bulan.
Serangan besar-besaran ini terjadi saat upaya diplomasi untuk menghentikan perang selama tiga tahun tersebut kembali menemui jalan buntu. Kiev dan mitra-mitra Baratnya menilai, Rusia semakin mengandalkan serangan udara dan teror energi sebagai strategi utama dalam perang jangka panjang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya