Dark/Light Mode

Dubes Dewi dan Menlu Vijitha Main Angklung Bareng Di Festival Indonesia Colombo

Selasa, 1 Juli 2025 23:04 WIB
Para tamu main angklung bersama di acara Indonesian Festival & Bazaar, di Colombo, Sri Lanka, Sabtu (28/6/2025). (Foto KBRI Colombo)
Para tamu main angklung bersama di acara Indonesian Festival & Bazaar, di Colombo, Sri Lanka, Sabtu (28/6/2025). (Foto KBRI Colombo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Colombo, Sri Lanka, kembali menggelar Indonesian Festival & Bazaar pada Sabtu (28/6/2025). Memasuki tahun keempat, acara tahunan ini tak sekadar menjadi ajang promosi budaya. Melainkan menjadi wadah juga memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Sri Lanka melalui perpaduan diplomasi budaya, kegiatan amal, dan promosi pariwisata.

Berlokasi di halaman KBRI Colombo, festival tahun ini mendapat sambutan hangat dengan hadirnya Menteri Luar Negeri Sri Lanka Vijitha Herath, serta para kepala perwakilan negara sahabat. Acara dibuka Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Sri Lanka dan Maladewa, Dewi Gustina Tobing. Dia mengajak para tamu memainkan alat musik tradisional Indonesia, angklung, diiringi kelompok Saung Angklung Udjo.

Tak hanya angklung, rangkaian pertunjukan seni juga menyuguhkan tarian Nusantara dari Sanggar Seni Budaya Khatulistiwa, tari tradisional Sri Lanka, serta hiburan dari Sri Lanka Police Cultural Team dan grup musik Bright Light Band. Festival ditutup meriah dengan tarian poco-poco dan maumere.

Baca juga : SBY & 35 Artis Indonesia Luncurkan Video Musik

Kegiatan ini dirangkaikan dengan pameran foto bertema “70 Years of the Asian-African Conference – Reviving the Bandung Spirit”. "Acara ini untuk mengenang sejarah Konferensi Asia-Afrika 1955 yang digagas bersama Indonesia dan Sri Lanka," ujar Dewi.

Bazaar yang digelar menghadirkan 35 stan lebih, menawarkan aneka produk khas Indonesia seperti batik, makanan tradisional, kosmetik, dan kerajinan tangan. Publik Sri Lanka antusias mengahadari festival ini. Tak kurang dari 2.000 orang hadir dalam acara tersebut.

Dubes Tobing menyampaikan bahwa seluruh hasil dari kegiatan ini akan disalurkan untuk kegiatan amal bagi masyarakat Sri Lanka yang membutuhkan. Dia juga menegaskan pentingnya memperkuat ikatan antarmasyarakat melalui budaya dan kerja sama konkret.

Baca juga : Haji Ma’ruf dan HKI: Menuju Bangkitnya Industri Indonesia

Sejak 2022, KBRI Colombo dan Sri Lanka-Indonesia Friendship Association (SLIFA)  rutin menggelar aksi kemanusiaan. Mulai dari distribusi sembako dan sepatu, hingga pembangunan sumur dan bantuan alat musik untuk komunitas tunanetra.

"Upaya ini menjadi bukti nyata solidaritas Indonesia terhadap Sri Lanka dalam menghadapi krisis ekonomi," pungkasnya dalam keterangan pers KBRI Colombo, Selasa (1/7/2025).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.