Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Caitlin Johnson (44 tahun) memilih tinggal di bunker (bawah tanah) di halaman rumah temannya di Bakersfield, California, Amerika Serikat (AS). Menurutnya, tinggal di bunker lebih murah ketimbang harus menyewa apartemen.
“Jika terjadi serangan zombie atau perang dunia, saya sudah siap karena tinggal di tempat yang tersembunyi dan aman,” canda Johnson, dilansir New York Post.
Johnson pindah dari New York ke California pada April 2024 karena pekerjaan. Sewa apartemen di California berkisar antara 1.500 dolar AS hingga 2.000 dolar AS (sekitar Rp 24 juta hingga Rp 32 juta).
Baca juga : Sekolahkan Ketiga Anak Di 40 Negara
Dengan tinggal di bunker, dia hanya membayar 500 dolar AS per bulan (sekitar Rp 8 juta). Artinya, dia bisa menghemat Rp 16 juta.
Fasilitas bunker tersebut cukup lengkap. Ada kamar tidur utama dengan kamar mandi dalam, dapur, ruang tamu, 18 ranjang susun, kamar mandi terpisah, dua toilet tambahan dan satu kamar mandi tambahan.
Meskipun berada di bawah tanah, jaringan internet dan telepon masih dapat dia nikmati. “Bagi saya, bunker ini terasa seperti apartemen,” katanya.
Baca juga : Prabowo: Yang Tidak Bisa Cepat, Kita Tinggal Di Jalan
Meski tidak ada cahaya matahari yang masuk ke kamarnya, wanita 44 tahun itu mengaku sama sekali tidak terganggu. Kondisi itu, diklaimnya, membantunya tidur lebih nyenyak. Meski begitu, Johnson memasang lampu yang menyerupai sinar matahari di kamarnya.
Menurut Johnson, hal yang paling berat adalah saat musim dingin. Karena udara di bunker jauh lebih dingin. Tapi hal itu tidak terlalu mengganggunya karena Johnson lebih sering bekerja di luar.
“Saya pernah punya apartemen yang jauh lebih buruk di New York.” kisahnya.
Baca juga : BI Rate Manteng Di 5,50 Persen
Untuk saat ini, dia mengaku nyaman dan bahagia tinggal di bawah tanah. Namun dia tidak ingin tinggal di tempat itu selamanya.
“Hikmah dari situasi ini adalah jika terjadi kerusuhan di luar, saya aman,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya