Dark/Light Mode

Jelajahi Negeri Sakura (7)

Wisata Kuliner Halal, Cicipi Sushi Sistem AI

Minggu, 20 Juli 2025 07:55 WIB
Jurnalis dari ASEAN yang mengikuti progam Kunjungan Jurnalistik ke Jepang, mendapat pengalaman membuat okonomiyaki di Restoran Okosta, Hiroshima, Jepang, Sabtu (28/6/2025). (Foto: Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)
Jurnalis dari ASEAN yang mengikuti progam Kunjungan Jurnalistik ke Jepang, mendapat pengalaman membuat okonomiyaki di Restoran Okosta, Hiroshima, Jepang, Sabtu (28/6/2025). (Foto: Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jurnalis Rakyat Merdeka, Larasati Dyah Utami, bersama jurnalis dari Malaysia, Vietnam, Laos, Kamboja, Filipina, dan Thailand, mengikuti Program Kunjungan Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Jepang selama 9 hari. Perjalanan dimulai pada 23 Juni 2025 hingga 1 Juli 2025, dengan agenda mengunjungi Tokyo, Osaka, dan Hiroshima. Berikut laporannya.

Jepang bukan sekadar destinasi wisata budaya dan teknologi. Negeri Sakura juga menyuguhkan pengalaman kuliner yang khas dan menggugah selera. Selama kunjungan, kami mencoba ragam sajian menu khas Jepang: dari sushi hingga udon buatan sendiri.

Pada 26 Juni 2025, kami menyambangi restoran Kura Sushi di Osaka-Kansai Expo Store. Restoran populer ini membuka gerai temporer yang mengusung konsep sustainable—dengan dinding dari 336 ribu cangkang kerang dan konveyor sepanjang 135 meter. Kura Sushi menawarkan teknologi makan otomatis: cakram pelindung antibakteri, kamera Artificial Intelligence (AI), serta sistem pengembalian piring lewat jalur udara. Ada pula game Bikkura Pon.

Setiap 5 piring pelanggan yang dimasukkan ke dalam sistem pengembalian piring otomatis, akan mendapatkan bola yang berisi mainan unik. Sushi hadir dalam berbagai rupa. Ada nigiri, nasi berbalut potongan ikan; maki, gulungan dengan rumput laut. Ada juga sashimi, irisan ikan mentah tanpa nasi; hingga temaki, kerucut gulung yang bisa dinikmati dengan tangan.

Baca juga : Immanuel Ebenezer: MK Harus Jelaskan Bahwa Gugatan Gugur

Menyesuaikan tema Expo, Kura Sushi juga menyediakan menu dari negara-negara Asia Tenggara. Dari Indonesia, restoran Jepang terkenal itu menyediakan kolak labu.

Sementara dari Thailand, Kura Sushi menyediakan Thai Cuisine Gai Yang. Ada juga sambal udang dari Malaysia dan fresh spring roll ala Vietnam.

Masih di Osaka Expo, kami diajak membuat udon langsung di ORA Gaishoku Pavilion UTAGE. Kegiatan ini digagas Gourmet Kineya, grup restoran asal Osaka dengan ratusan cabang di Jepang.

Udon adalah mie tebal berbahan tepung terigu, air, dan garam—disajikan dalam kuah kaldu berbasis dashi (kaldu ikan) atau shoyu (kecap asin).

Baca juga : Muhammad Khozin: Putusan MK Harus Menjadi Pedoman

Dipandu koki Harada Tomoyuki dan Yamaguchi Ayu, kami membuat udon dan mencicipi zaru udon, versi dingin yang disajikan terpisah dengan saus celup. Varian lain ada kake udon (kuah kaldu sederhana), tempura udon (dengan gorengan udang atau sayur), dan curry udon (kuah kari Jepang yang gurih dan kental).

Pada kesempatan lain, kami mencoba membuat okonomiyaki langsung di studio masak Okosta dekat Stasiun Hiroshima. Hidangan satu ini kerap disebut sebagai pancake gurih ala Jepang—berisi adonan tepung, kol, telur, dan berbagai topping: daging, seafood, keju.

Okonomiyaki gaya Osaka cenderung mudah dibuat: lembut di dalam, renyah di luar. Tapi membuat pancake gaya Hiroshima lebih menantang: perlu teknik menyusun dan membalik lapisan adonan. Kami mencoba keduanya, sambil menikmati hasil masakan sendiri.

Ramen Halal Di Tokyo

Ramen adalah menu ikon lain dari Jepang yang wajib dicicipi. Kami mengunjungi dua gerai halal: Halal Wagyu Ramen Shinjuku‑tei dan Halal & Vegan Ramen Dattebayo di Asakusa.

Baca juga : Kasus Beras Oplosan Marak, Pengawasan Jangan Musiman

Gerai Shinjuku-tei menyediakan ramen dengan wagyu atau ayam, juga versi vegetarian. Bahan dan prosesnya tersertifikasi halal oleh Japan Muslim Access.

Di restoran itu, terdapat ruang salat dan tempat wudhu, menjadikannya ramah bagi wisatawan Muslim. Restoran ini terletak sekitar 5 menit jalan kaki dari Stasiun Shinjuku‑sanchome.

Tidak jauh berbeda dengan di Shinjuku, ada restoran lain yang bernama Halal dan Vegan Ramen di Dattebayo. Restoran ini terletak di wilayah Asakusa. Resto ini terletak sekitar 10 menit jalan kaki dari Stasiun Asakusa, di dekat Sungai Sumida dan Tokyo Skytree.

Pemiliknya adalah seorang muslim asal Bangladesh yang sangat ramah. Dia bisa berbicara lancar dalam bahasa Inggris dan Jepang. Ramen di sini memadukan cita rasa lokal dengan kenyamanan lintas budaya. (Selesai)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.