Dark/Light Mode

AS Percepat Deadline Perdamaian Rusia Vs Ukraina

Ancaman Tarif Trump Kembali Dicuekin Putin

Rabu, 30 Juli 2025 04:05 WIB
Mantan Presiden Rusia dan Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev (kiri) dan Presiden AS Donald Trump. (Foto Tass)
Mantan Presiden Rusia dan Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev (kiri) dan Presiden AS Donald Trump. (Foto Tass)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan mempercepat tenggat waktu proses perdamaian Rusia dengan Ukraina. Pada Senin (28/7/2025), Trump menetapkan perdamaian Moskow dengan Kiev terwujud dalam 10-12 hari.

Berbicara di Skotlandia, tempat dia mengadakan pertemuan dengan para pemimpin Eropa dan bermain golf, Trump mengaku kecewa dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dia pun memperpendek tenggat waktu 50 hari yang telah ditetapkan.

Baca juga : Trump Tekan Putin Dari Segala Penjuru

“Tidak ada alasan untuk berlama-lama. 50 hari itu panjang sekali, kami belum melihat perkembangan baru,” ujar Trump, usai bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dikutip Guardian, Selasa (29/7/2025).

Perwakilan tinggi Rusia dan Ukraina sudah melakukan pertemuan di Istanbul, Turki, pekan lalu, untuk membahas kesepakatan pertukaran tahanan. Ukraina mengusulkan pertemuan puncak antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan Putin pada akhir Agustus.

Baca juga : Mahfuz Sidik: Perdamaian Palestina Akan Tercipta Suatu Saat Nanti

Kremlin menolak usulan tersebut jika pertemuan antara Zelensky dan Putin bukan untuk menandatangani kesepakatan damai. “Presiden Putin merasa tidak ada yang perlu dibahas dengan Zelensky. Kami sudah menyebut syarat dari Rusia,” bunyi pernyataan Kremlin, dikutip Tass.

Melihat perkembangan ini, Trump makin frustrasi. Pebisnis real estate ini mengancam akan menambah sanksi untuk Rusia dan menjatuhkan sanksi kepada negara yang melakukan bisnis dengan Negeri Beruang Merah. Trump mengancam tarif sekunder sebesar 100 persen terhadap Rusia jika negara itu gagal mengakhiri perang dengan Ukraina dalam waktu 50 hari.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.