Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kunjungi Masjid Istiqlal & Gereja Katedral
Menteri Australia Kagumi Terowongan Silaturahmi
Selasa, 5 Agustus 2025 04:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pembangunan Internasional dan Multikultural Australia Anne Aly berkunjung ke dua rumah ibadah ikonik di jantung Kota Jakarta, yaitu Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, Senin (4/8/2025). Kunjungan tersebut menegaskan komitmen Negeri Kanguru memajukan prinsip keberagaman.
Mengenakan batik bernuansa ungu dan kerudung senada, Aly tiba di Masjid Istiqlal pada Senin pagi didampingi Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia Rod Brazier. Perempuan Muslim pertama yang duduk di kabinet Australia ini disambut hangat oleh Staf Khusus Menteri Agama Faried Fachrudin Saenong.
Kegiatan pertama yang dilakukan Menteri Aly di dalam masjid terbesar di Asia Tenggara ini adalah melaksanakan salat sunah. Setelahnya, dia menyusuri kompleks Istiqlal.
Aly nampak takjub memandangi megahnya arsitektur masjid karya Friedrich Silaban yang begitu kental dengan semangat persatuan dan keberagaman. Dia juga mencoba memukul bedug, simbol khas tradisi Islam Indonesia.
Di perpustakaan Masjid Istiqlal, Aly mengunjungi Australian Reading Corner. Tempat ini menjadi ruang baca yang menjadi jembatan literasi antara kedua negara.
Di sana, dia bertemu dengan anak-anak madrasah Istiqlal yang menyambutnya dengan antusias. Kepada anak-anak madrasah, dia memuji kemampuan bahasa Inggris mereka yang baik.
Baca juga : Di Kalsel, Menteri Nusron Bicara Konflik Tanah Ulayat
“Sungguh suatu kehormatan bisa memulai kunjungan resmi saya di Indonesia, di Masjid Istiqlal,” ujar Aly dalam sambutannya.
“Sebagai menteri Muslim perempuan pertama di kabinet Australia, berada di sini memberi saya kebanggaan besar, bukan hanya secara pribadi, tapi juga bagi rakyat Australia,” ucapnya.
Menteri Australia itu juga membagikan sedikit kisah pribadinya. Aly bukan penduduk asli Australia. Dia lahir di Mesir dan tiba di Australia saat berusia dua tahun. Bahasa Arab menjadi bahasa pertamanya.
“Multikulturalisme di Australia bukanlah kebetulan. Kami sungguh-sungguh berupaya menciptakan rasa saling hormat kepada siapa pun, tak peduli dari mana asalmu atau apa agamamu,” katanya.
Meski sebagai seorang imigran, Aly merasa sangat disambut baik di Australia. Multikulturalisme di Negeri Koala bahkan memberinya kesempatan untuk mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan.
Tidak hanya menjabat sebagai Menteri Pembangunan Internasional dan Multikultural, Aly juga menjabat Menteri Usaha Kecil Australia.
Baca juga : Menteri Australia Masak Steak Buat Wartawan
“Di Australia, multikulturalisme adalah tentang semua orang memiliki kesempatan yang sama. Asal usulmu, asal orang tuamu, bukanlah penghalang. Hal itu tidak menghentikanmu meraih jabatan tertinggi sekalipun di Australia,” ungkapnya.
Faried Fachrudin mengapresiasi kunjungan Menteri Aly ke Istiqlal dan menghargai keberadaan Australian Reading Corner di perpustakaan Masjid Istiqlal. Dia berharap, kedatangan Aly ke Indonesia semakin memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Australia.
“Ini bukan hanya tentang diplomasi, tapi memperkuat semangat toleransi dan saling pengertian,” ujarnya.
Dari Istiqlal, rombongan melanjutkan perjalanan melalui terowongan silaturahmi yang menghubungkan masjid dan Gereja Katedral Jakarta.
Aly kagum akan makna dari pembangunan terowongan tersebut. Yaitu, menjunjung tinggi nilai toleransi dan persahabatan antar-agama. Terowongan Silaturahmi diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 12 Desember 2024.
Sesampainya di Gereja Katedral, Aly disambut Kardinal Ignatius Suharyo dan Wakil Sekretaris Keuskupan Agung Jakarta Romo Thomas Ulun Ismoyo.
Baca juga : Kunjungi Pabrik Sepatu Di Balaraja, Kapolri Tekankan Sinergi Polri Dan Buruh
Usai menandatangani buku tamu, Aly melihat interior gereja yang bersejarah. Lalu, dia bertukar cenderamata dengan Kardinal Suharyo.
Kardinal Suharyo mengapresiasi kunjungan Aly. Uskup Agung Jakarta itu ingin tamu asing yang berkunjung ke dua tempat ibadah tersebut turut merasakan keberagaman Indonesia.
“Keberadaan Istiqlal dan Katedral adalah sesuatu yang dirancang sangat simbolik. Inilah cita-cita bangsa Indonesia, hidup dalam harmoni. Indonesia yang terdiri dari banyak suku, banyak bahasa, banyak agama dan sebagainya,” ujarnya.
Usai rangkaian kunjungan ke tempat ibadah, Aly melanjutkan perjalanannya ke Kementerian Luar Negeri untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono. Australia menegaskan komitmen bekerja sama dengan Indonesia dan ASEAN untuk memajukan dan menciptakan kawasan yang aman, stabil dan sejahtera.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya