Dark/Light Mode

Diungkap PBB, 500.000 Warga Gaza Kelaparan

Minggu, 24 Agustus 2025 08:12 WIB
Sambil menangis, seorang anak Palestina mengulurkan panci kosong di depan dapur amal untuk menerima nasi matang di Kota Gaza, Palestina, Jumat (22/8/2025). (Foto: Istimewa)
Sambil menangis, seorang anak Palestina mengulurkan panci kosong di depan dapur amal untuk menerima nasi matang di Kota Gaza, Palestina, Jumat (22/8/2025). (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Menurut Tom, stok makanan saat ini menumpuk di perbatasan Gaza, hanya berjarak beberapa ratus meter dari lokasi warga yang kelaparan, tapi terhalang kebijakan Israel. “Memaksa orang mempertaruhkan nyawa mereka untuk mencari makanan. Cukup sudah semua ini,” ujarnya.

Dia meminta, gencatan senjata segera dilakukan dan buka seluruh jalur penyeberangan, baik di utara maupun selatan. Izinkan penyaluran makanan dan pasokan lainnya dilakukan dalam skala besar dan tanpa hambatan,” seru Tom.

Kecaman juga datang dari Pemerintah Arab Saudi. Dikutip dari kantor berita Al Arabiya, Kementerian Luar Negeri Saudi menegaskan penderitaan warga Gaza tidak lepas dari kejahatan genosida yang dilakukan pasukan Israel terhadap warga sipil.

Baca juga : Gibran: Pembangunan IKN On Progress

Saudi menilai, kondisi ini menunjukkan kegagalan dunia internasional mencegah pelanggaran berulang yang dilakukan Tel Aviv. “Tragedi ini akan selamanya menjadi noda bagi komunitas internasional, khususnya negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB,” tegas Kemlu Saudi, Sabtu (23/8/2025).

Bantuan Indonesia

Sementara itu, Pemerintah Indonesia melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) telah mengirimkan 800 ton bantuan untuk warga Gaza melalui jalur darat dan udara. Upaya ini merupakan bentuk komitmen Indonesia meringankan penderitaan rakyat Palestina.

“Baznas bekerja sama dengan TNI AU mengirimkan bantuan untuk Palestina, khususnya Gaza. Misi ini dilakukan atas perintah Presiden Prabowo Subianto,” jelas Ketua Baznas Noor Achmad.

Baca juga : Turun Di Bawah 9 Persen, 23 Juta Orang Masih Miskin

Bantuan diangkut oleh Satgas Garuda Merah Putih menggunakan dua pesawat C-130 Hercules TNI AU. Pesawat pertama diberangkatkan dari Lanud Halim ke Pangkalan Udara King Abdullah II di Amman, Yordania, untuk mendekati Palestina dari sisi timur. Pesawat kedua terbang ke Bandara Kairo atau El Arish di Mesir, mendekati Gaza dari sisi barat.

Setibanya di Yordania dan Mesir, bantuan akan dikemas ulang dengan sabuk pengikat dan payung parasut sebelum diterjunkan. “TNI telah melakukan uji coba sebelumnya. Setiap paket menggunakan parasut berbobot 100–200 kilogram, sehingga turun perlahan dan aman bagi warga Palestina. Durasi airdrop akan menyesuaikan kondisi lapangan,” ungkap Noor.

Pengiriman lewat udara dipilih karena banyak wilayah sulit dijangkau jalur darat akibat blokade Israel. Menurutnya, airdrop bukan hal mudah karena memerlukan koordinasi ketat dan persiapan khusus. Namun, kondisi kelaparan di Gaza semakin parah sehingga jalur udara menjadi pilihan terbaik,” lanjutnya.

Baca juga : Arahan AHY, Demokrat Totalitas Dukung Kesuksesan Prabowo-Gibran

Baznas terus berkoordinasi dengan Pemerintah Indonesia untuk memastikan perizinan, keamanan jalur, serta titik jatuh yang aman agar bantuan sampai utuh kepada warga Palestina.

“Kami berharap airdrop pada 17–20 Agustus 2025 ini berjalan lancar, sekaligus menjadi momen kebersamaan Indonesia dengan rakyat Palestina di Hari Kemerdekaan,” tukasnya. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.