Dark/Light Mode

Surabaya–Mangaung Siap Jadi Sister City, Fesyen RI Bidik Pasar Afrika Selatan

Kamis, 4 September 2025 09:42 WIB
Tim Direktorat Afrika Kementerian Luar Negeri saat berkunjung ke Cape Town dan bertemu jajaran Mangaung Metropolitan Municipality pada 26-29 Agustus 2025. Foto: Ist
Tim Direktorat Afrika Kementerian Luar Negeri saat berkunjung ke Cape Town dan bertemu jajaran Mangaung Metropolitan Municipality pada 26-29 Agustus 2025. Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya diplomasi ekonomi Indonesia di Afrika Selatan makin menggeliat. Konsulat Jenderal RI (KJRI) Cape Town bersama Direktorat Afrika Kementerian Luar Negeri mendorong kerja sama antar-daerah sekaligus membuka jalan bagi produk fesyen tanah air.

Pada 26–29 Agustus lalu, tim Direktorat Afrika berkunjung ke Cape Town dan bertemu jajaran Mangaung Metropolitan Municipality. 

Dari pertemuan itu, kedua pihak sepakat menyiapkan kerja sama Sister City antara Surabaya dan Mangaung. Dokumen Letter of Intent (LoI) ditargetkan bisa diteken saat Executive Mayor Mangaung datang ke Surabaya pada November 2025.

Baca juga : Pasar jaya Siapkan Lokasi Sementara Pasar Hewan Barito, Gratis Sewa Tiga Bulan

“Kami menyambut baik kemajuan proses Sister City antara Surabaya dan Mangaung. Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi juga melahirkan program nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat kedua kota,” ujar Konjen RI di Cape Town, Tudiono.

Selain hubungan antar-daerah, Surabaya dan Mangaung juga akan membidik sektor perdagangan, investasi, pendidikan, serta pertukaran budaya.

Baca juga : Karet Masih Jadi Andalan, PTPN I Bidik Pasar Eropa Dan AS

Sejalan dengan agenda Sister City, KJRI Cape Town mendampingi PT Sroja Warna Indonesia melakukan survei pasar dan forum bisnis di Cape Town. Langkah ini jadi pintu masuk bagi fesyen Indonesia ke pasar Afrika Selatan.

“Produk Sroja Warna Indonesia menghadirkan kombinasi kualitas bahan, teknik tekstil tradisional, dan desain modern yang sesuai dengan tren pasar Cape Town. Hal ini membuka peluang besar untuk memperluas jangkauan produk kreatif Indonesia,” jelas Tudiono.

Baca juga : Payment ID Bisa Lacak Semua Transaksi WNI

Kunjungan delegasi Direktorat Afrika merupakan wujudu dari sinergi diplomasi pemerintah pusat, kerja sama antar-daerah, dan dukungan dunia usaha. 

Diharapkan, kerja sama Surabaya–Mangaung berjalan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi produk kreatif Indonesia, khususnya fesyen, di pasar Afrika.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.